AMBON, MM. — Kunjungan kerja Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya TNI Edwin, ke Ambon menjadi momentum memperkuat sinergi kemaritiman sekaligus mendorong pengembangan olahraga dayung di Maluku yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi atlet perairan yang besar.
Kedatangan Wakasal di Bandara Pattimura, Kamis (4/6/2026), disambut langsung oleh Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, bersama Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, unsur Forkopimda Maluku, pimpinan organisasi olahraga, serta jajaran pejabat utama TNI AL di wilayah Maluku.
Prosesi penyambutan berlangsung kental dengan nuansa budaya lokal. Wakasal disambut melalui tarian adat Maluku dan pengalungan lenso atau selendang tenun khas Maluku yang menjadi simbol penghormatan kepada tamu kehormatan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Tradisi pengalungan lenso merupakan bagian penting dalam budaya masyarakat Maluku yang selama ini digunakan dalam berbagai upacara adat maupun penyambutan pejabat negara.
Kehadiran unsur budaya dalam penyambutan tersebut mencerminkan komitmen masyarakat Maluku dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah di tengah berbagai agenda kenegaraan.
Kunjungan Wakasal kali ini tidak hanya berkaitan dengan tugas kedinasan TNI Angkatan Laut, tetapi juga dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI).
Di Ambon, Wakasal dijadwalkan menghadiri pelantikan dan Rapat Kerja Provinsi PODSI Maluku yang berlangsung di Gedung J. Leimena, Markas Komando Kodaeral IX Halong.
Agenda tersebut dinilai strategis mengingat Maluku memiliki karakteristik wilayah kepulauan yang sangat mendukung pengembangan olahraga air, khususnya cabang olahraga dayung. Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam perjalanan menuju Kesatrian Kodaeral IX Halong, Wakasal juga menyempatkan diri mengunjungi Mess Penerbang Tawiri. Kunjungan tersebut memiliki nilai emosional tersendiri karena lokasi tersebut pernah menjadi tempat yang akrab baginya saat menjalankan tugas operasi sebagai pilot pesawat TNI Angkatan Laut di masa lalu.
Momen tersebut menjadi ajang nostalgia sekaligus mengenang perjalanan pengabdian yang pernah dilaluinya di Maluku saat masih aktif sebagai penerbang militer.
Setibanya di Markas Kodaeral IX, Wakasal menerima penghormatan militer berupa Valreef sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengisi buku tamu kehormatan dan menerima laporan komando dari Komandan Kodaeral IX.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya mempererat koordinasi antara pimpinan TNI Angkatan Laut dengan jajaran satuan di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku yang memiliki posisi strategis dalam mendukung keamanan laut nasional.
Selain memperkuat hubungan kelembagaan, kehadiran Wakasal juga diharapkan memberikan motivasi bagi jajaran TNI AL di Maluku untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kontribusi dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia yang sebagian besar berada di kawasan timur nusantara.
Di sisi lain, agenda olahraga yang turut dibawa dalam kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa Maluku tidak hanya dipandang penting dari aspek pertahanan maritim, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga berbasis kelautan dan perairan.
Dengan dukungan berbagai pihak, Maluku diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pembinaan olahraga dayung nasional di masa mendatang.(MM-3)
















