AMBON, MM. — Kebangkitan prestasi olahraga Maluku mulai diarahkan dari laut. Hal itu ditandai dengan pengukuhan kepengurusan baru Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Maluku oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin di Gedung J. Leimena, Mako Kodaeral IX Halong, Ambon, Kamis (4/6/2026).
Momentum pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan menjadi titik awal upaya membangkitkan kembali kejayaan olahraga Maluku yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan prestasi di tingkat nasional.
Muhammad Ulwan Talaohu resmi dipercaya menakhodai PODSI Maluku didampingi Sekretaris Novel Elminerodengan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pengukuhan Restrukturisasi dan Reposisi Personalia PODSI Maluku Masa Bakti 2023–2027.
Pelantikan yang mengusung tema “Membangun Olahraga Dayung Maluku yang Berprestasi, Berdaya Saing dan Bermartabat” itu dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua Umum KONI Maluku Sam Latuconsina, Pembina Dayung Maluku yang juga Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, para pelatih, atlet, serta pengurus cabang olahraga.
Dalam sambutannya, Laksdya TNI Edwin menegaskan bahwa Maluku memiliki modal alam dan budaya maritim yang sangat kuat untuk melahirkan atlet-atlet dayung berprestasi.
Menurutnya, kekuatan tersebut harus didukung dengan tata kelola organisasi yang profesional dan berorientasi pada prestasi.
“Potensi Maluku sangat besar. Namun potensi itu harus dikelola dengan organisasi yang kuat, program yang terukur, serta pembinaan atlet yang berkelanjutan,” ujar Edwin.
Sebagai Wakil Ketua Umum PB PODSI, ia meminta kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi internal, memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah dan KONI, serta membangun kolaborasi dengan sektor swasta guna memperkuat pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi secara rutin.
Menurutnya, prestasi tidak bisa lahir secara instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang berjalan dari tingkat daerah hingga nasional, termasuk peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui pendidikan serta pelatihan yang berkesinambungan.
Edwin juga mengingatkan bahwa dunia dayung Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar untuk menyiapkan atlet menuju berbagai ajang internasional.
“Kita harus mulai mempersiapkan atlet menghadapi Asian Games dan target yang lebih besar lagi, yakni mampu bersaing menuju Olimpiade. Semua daerah harus mengambil bagian dalam proses tersebut,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara terbuka mengakui prestasi olahraga Maluku mengalami kemunduran dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia. Namun ia menilai kondisi itu harus menjadi pemicu untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Kita tidak boleh menutup mata. Prestasi olahraga Maluku memang mengalami penurunan. Tetapi dari situ kita harus bangkit dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengembalikan kejayaan olahraga daerah ini,” tegas Hendrik.
Menurutnya, cabang olahraga dayung memiliki posisi strategis karena sangat dekat dengan karakter masyarakat Maluku yang hidup sebagai masyarakat kepulauan dan maritim.
Hendrik menyebut kemampuan mendayung sesungguhnya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku sejak lama, tercermin dalam aktivitas melaut maupun tradisi lomba perahu yang berkembang di berbagai daerah.
“Dayung sebenarnya sudah ada dalam DNA masyarakat Maluku. Tinggal bagaimana potensi itu dibina dan diarahkan menjadi prestasi olahraga yang membanggakan daerah,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Maluku tetap berkomitmen memberikan dukungan terhadap cabang olahraga yang memiliki peluang meraih prestasi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku tahun 2027 sebagai ajang penjaringan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Pelantikan pengurus baru PODSI Maluku pun menjadi simbol harapan baru. Di tengah tantangan pembinaan olahraga daerah, cabang dayung kini diproyeksikan menjadi salah satu lokomotif yang diharapkan mampu mengangkat kembali nama Maluku di pentas olahraga nasional maupun internasional.
Dengan kekuatan tradisi maritim, dukungan pemerintah, serta pembinaan yang terarah, Maluku menatap peluang untuk kembali melahirkan atlet-atlet dayung yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai arena kompetisi.(MM-3)
















