Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

Perdagangan LN  Maluku Menggeliat, Ekspor Melonjak Tajam Namun Defisit Tembus US$200 Juta

6
×

Perdagangan LN  Maluku Menggeliat, Ekspor Melonjak Tajam Namun Defisit Tembus US$200 Juta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Aktivitas perdagangan luar negeri  (LN) Maluku pada April 2026 menunjukkan geliat yang cukup signifikan. Baik ekspor maupun impor sama-sama mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, lonjakan impor yang jauh lebih besar membuat neraca perdagangan Maluku masih mengalami defisit yang cukup dalam.

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengungkapkan bahwa nilai ekspor Maluku pada April 2026 mencapai US$5,75 juta atau meningkat drastis sebesar 1.038,97 persen dibanding April 2025 yang hanya tercatat US$0,50 juta.

 

“Seluruh ekspor Maluku pada April 2026 berasal dari sektor nonmigas,” kata Pattiwaellapia saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Maluku, Selasa (2/6/2026).

 

Secara kumulatif, nilai ekspor Maluku sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai US$16,54 juta atau meningkat 37,04 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Peningkatan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas perdagangan komoditas unggulan Maluku di pasar internasional, terutama yang berasal dari sektor perikanan dan komoditas bernilai tinggi lainnya.

 

BPS mencatat, Tiongkok masih menjadi pasar utama produk ekspor Maluku dengan nilai mencapai US$15,33 juta atau sekitar 92,69 persen dari total ekspor selama empat bulan pertama tahun ini. Sementara Hongkong menyerap ekspor senilai US$1,21 juta atau 7,31 persen.

 

Selain ekspor yang dilakukan langsung melalui pelabuhan di Maluku, komoditas asal Maluku yang diekspor melalui pelabuhan di luar daerah juga menunjukkan peningkatan. Nilainya mencapai US$10,88 juta atau naik 31,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Komoditas perhiasan dan permata menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$6,67 juta atau 61,30 persen dari total ekspor melalui pelabuhan luar Maluku. Posisi berikutnya ditempati komoditas ikan dan udang dengan nilai US$3,07 juta atau 28,22 persen.

 

Di sisi lain, impor Maluku tumbuh jauh lebih tinggi dibanding ekspor. Pada April 2026, nilai impor mencapai US$67,47 juta atau meningkat 123,07 persen dibanding April tahun lalu yang sebesar US$30,25 juta.

 

Secara kumulatif Januari-April 2026, nilai impor Maluku mencapai US$217,24 juta atau melonjak 86 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

 

 

Impor tersebut terdiri dari komoditas migas maupun nonmigas yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan industri di daerah.

 

Singapura tercatat sebagai pemasok terbesar barang impor ke Maluku dengan nilai mencapai US$113,07 juta atau 52,05 persen dari total impor. Posisi berikutnya ditempati Malaysia sebesar US$66,24 juta atau 30,49 persen.

 

Sementara Finlandia menyumbang impor senilai US$36,46 juta atau 16,78 persen dan Tiongkok sebesar US$1,48 juta atau 0,68 persen.

 

Meski ekspor menunjukkan tren positif, tingginya nilai impor membuat neraca perdagangan Maluku masih berada dalam tekanan.

 

BPS mencatat neraca perdagangan Maluku selama Januari-April 2026 mengalami defisit sebesar US$200,71 juta. Defisit tersebut berasal dari sektor migas sebesar US$179,31 juta dan sektor nonmigas sebesar US$21,40 juta.

 

Besarnya defisit menunjukkan bahwa kebutuhan barang dan energi dari luar daerah maupun luar negeri masih jauh lebih tinggi dibanding kemampuan ekspor Maluku dalam menghasilkan devisa.

 

Kondisi ini sekaligus menggambarkan tantangan yang masih dihadapi perekonomian Maluku, yakni meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah agar mampu memperluas pasar ekspor dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan barang dari luar negeri.

 

Meski demikian, lonjakan ekspor yang terjadi pada awal tahun 2026 menjadi sinyal positif bahwa komoditas unggulan Maluku mulai menunjukkan daya saing yang lebih baik di pasar global, terutama pada sektor perikanan dan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang selama ini menjadi andalan daerah.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *