AMBON,MM. – Menjelang momentum sensitif 25 April, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Ambon, Joshua Renyaan, tampil dengan pernyataan tegas yang menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Maluku.
Melalui rekaman video yang disampaikan pada 22 April 2026, Joshua mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan generasi muda, untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang kerap muncul menjelang tanggal tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Renwarin menegaskan bahwa separatisme dan radikalisme merupakan ancaman nyata terhadap keutuhan bangsa dan kedamaian di Maluku.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak memberi ruang bagi ideologi maupun gerakan yang berpotensi memecah persatuan.
“Separatisme dan radikalisme tidak memiliki tempat di tanah Maluku. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam arus informasi palsu atau hoaks yang kerap digunakan untuk memecah belah solidaritas sosial. Tindakan kekerasan, anarkisme, dan pelanggaran hukum tidak boleh mendapat ruang, karena hanya akan memperkeruh situasi dan merusak harmoni sosial.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor perdamaian, bukan justru menjadi bagian dari penyebaran konflik,” tegasnya.
Sebaliknya, ia mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog, musyawarah, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama menjadi fondasi kehidupan orang Maluku.
Dukungan terhadap aparat keamanan juga menjadi poin penting dalam pernyataan tersebut.
PMKRI Ambon mengajak masyarakat untuk bersinergi dengan aparat dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk berani melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pihak berwenang.
Menariknya, pesan moral dalam himbauan ini diperkuat dengan nilai budaya lokal yang sarat makna: “Potong di kuku rasa di daging, Ale rasa Beta rasa.” Ungkapan ini kembali ditegaskan sebagai simbol persaudaraan dan solidaritas yang tidak boleh luntur di tengah berbagai tantangan sosial.
Sebagai organisasi kaderisasi yang memiliki basis kuat di kalangan mahasiswa dan intelektual muda, pernyataan PMKRI Kota Ambon dinilai strategis dalam membangun narasi damai di ruang publik.(MM)
















