AMBON,MM. – Transformasi ekonomi digital dan penguatan sektor UMKM menjadi fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 yang dinilai sebagai momentum strategis untuk memperluas pasar produk lokal Maluku.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku, Anang Rohmawan, menilai kegiatan yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku pada 6–18 April 2026 tersebut memiliki peran penting dalam mempromosikan produk unggulan UMKM ke level yang lebih luas.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana mendorong hilirisasi sekaligus memperkuat pemasaran, sehingga produk-produk Maluku bisa menembus pasar nasional hingga internasional,” ujar Anang usai menghadiri pembukaan kegiatan di Pattimura Park Ambon.
Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada kemampuan mengakses pasar dan memanfaatkan teknologi digital. Dengan strategi yang tepat, pemberdayaan UMKM diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi yang inklusif. Ketika produk lokal mampu berkembang, maka distribusi manfaat ekonomi akan lebih merata di seluruh wilayah.
“Pembangunan harus bisa dirasakan semua lapisan masyarakat. UMKM menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.Sebagai representasi pemerintah pusat di daerah, pihaknya juga menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi ekonomi, termasuk pemanfaatan platform digital untuk transaksi dan promosi.
Kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah laut—mencapai sekitar 93 persen—menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi dan konektivitas antar wilayah. Karena itu, digitalisasi dinilai sebagai solusi efektif untuk menjembatani keterbatasan tersebut.
“Dengan digitalisasi, jarak bukan lagi hambatan. Produk dari pulau-pulau di Maluku bisa langsung terhubung dengan pasar yang lebih luas,” jelas Anang.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital, termasuk kartu kredit pemerintah, guna meningkatkan efisiensi transaksi serta menekan biaya logistik.
Melalui Salam Fest x Moluccas Digifest 2026, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing tinggi di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi ekonomi Maluku menuju ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. (MM-3)
















