Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadlinePendidikan

Ujian Berbasis Android, SMPN 1 Ambon Tancap Gas Tanpa Kendala di Hari Perdana

10
×

Ujian Berbasis Android, SMPN 1 Ambon Tancap Gas Tanpa Kendala di Hari Perdana

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM —  Pelaksanaan ujian teori berbasis digital di SMP Negeri 1 Ambon berjalan mulus pada hari pertama, Senin (27/4/2026). Mengandalkan perangkat Android dan sistem daring, sebanyak 192 siswa sukses menyelesaikan dua mata pelajaran tanpa hambatan berarti, menandai kesiapan sekolah dalam mengadopsi teknologi pendidikan.

 

Kepala SMP Negeri 1 Ambon, Juliana Pattiasina, S.Pd, menjelaskan bahwa ujian teori tahun ini dilaksanakan setelah rangkaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan ujian praktik. Pada hari pertama, siswa mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia di sesi awal, dilanjutkan dengan Pendidikan Agama di sesi kedua.

 

 

“Puji Tuhan, hari pertama berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti, baik dari sisi teknis maupun kesiapan siswa,” ujar Pattiasina saat ditemui di ruang kerjanya.

 

Ia mengungkapkan, ujian teori ini akan berlangsung selama empat hari dengan total tujuh mata pelajaran. Pada hari kedua, siswa akan menghadapi Matematika dan PKN, disusul Bahasa Inggris dan IPS di hari ketiga, serta IPA sebagai satu-satunya mata pelajaran di hari terakhir.

Untuk mendukung kelancaran ujian, pihak sekolah menyiapkan 10 ruang ujian. Setiap ruang diisi sekitar 20 peserta, kecuali satu ruang terakhir yang hanya diikuti 12 siswa.

 

Yang menarik, SMP Negeri 1 Ambon menjadi salah satu sekolah di Kota Ambon yang mengimplementasikan ujian berbasis Android secara penuh. Sistem yang digunakan adalah aplikasi CBT Exam Browser, yang dirancang khusus untuk menjaga integritas ujian.

 

“Aplikasi ini tidak memungkinkan siswa keluar untuk membuka sumber lain seperti Google. Jika mereka keluar, otomatis tidak bisa masuk kembali. Ini untuk memastikan kejujuran dan kualitas hasil ujian,” jelas Pattiasina.

 

Meski sekolah telah memiliki enam titik jaringan internet, potensi gangguan teknis tetap diantisipasi. Pihak sekolah pun menggandeng orang tua siswa melalui rapat koordinasi. Hasilnya, para orang tua secara sukarela menyediakan paket data internet bagi anak-anak mereka selama pelaksanaan ujian.

 

“Kami bersyukur mendapat dukungan penuh dari orang tua. Ini sangat membantu memastikan ujian berjalan lancar,” tambahnya.

 

Dalam pelaksanaan ujian, pengawasan dilakukan oleh guru internal sekolah, dengan supervisi dari Dinas Pendidikan Kota Ambon dan Kementerian Agama Kota Ambon khusus untuk mata pelajaran Agama. Sementara itu, soal ujian disusun oleh tim guru internal sekolah guna menjaga relevansi dengan proses pembelajaran.

 

Mengusung tema “Kerja Keras dan Doa Tidak Akan Mengkhianati Hasil”, Pattiasina berharap seluruh siswa dapat meraih hasil maksimal sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Kami berharap nilai yang diraih bisa di atas rata-rata, sehingga menjadi pijakan bagi siswa untuk melanjutkan ke SMA maupun SMK unggulan,” tutupnya. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *