Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Rebut Kursi Sekot Ambon, 4 Kandidat Diuji Ketat: Wali Kota Tekankan Integritas dan Anti-Intervensi

5
×

Rebut Kursi Sekot Ambon, 4 Kandidat Diuji Ketat: Wali Kota Tekankan Integritas dan Anti-Intervensi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Perebutan kursi Sekretaris Kota (Sekot) Ambon resmi dimulai. Pemerintah Kota Ambon membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Tahun 2026 dengan menekankan proses yang bersih, transparan, dan bebas intervensi.

 

Pembukaan seleksi dilakukan langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, di Hotel Manise, Senin (27/04/2026), ditandai dengan pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya tahapan krusial dalam penentuan motor penggerak birokrasi Kota Ambon.

 

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Ely Toisutta, Ketua TP-PKK Lisa Wattimena, jajaran OPD, Forkopimda, serta Panitia Seleksi (Pansel) yang akan mengawal proses hingga penetapan akhir.

 

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa posisi Sekot bukan sekadar jabatan administratif, melainkan pusat kendali jalannya pemerintahan daerah. Karena itu, figur yang terpilih harus memiliki integritas kuat, kapasitas manajerial, serta kemampuan mendorong perubahan nyata.

 

“Sekot adalah motor birokrasi. Harus diisi oleh orang yang bersih, paham tugas, dan mampu bekerja efektif,” tegas Bodewin.

 

Ia juga mengingatkan bahwa Sekot terpilih akan langsung dihadapkan pada tiga tantangan besar yang menjadi fokus reformasi birokrasi di Kota Ambon.

 

Pertama, pembenahan pengelolaan keuangan daerah agar lebih transparan dan akuntabel, dengan target keluar dari berbagai temuan pemeriksaan dan masuk dalam kategori “zona hijau”.

 

Kedua, reformasi birokrasi dengan memangkas rantai pelayanan yang panjang dan lamban, sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ketiga, mendorong inovasi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), agar birokrasi tidak stagnan dan mampu menjawab tuntutan pembangunan kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

 

Di tengah tingginya perhatian publik, Wali Kota secara tegas mengingatkan agar proses seleksi tidak diwarnai praktik intervensi atau tekanan dari pihak manapun.

“Jangan ada yang membentuk tim untuk menekan. Kalau ada, itu justru yang pertama gugur. Kita ingin proses ini bersih,” ujarnya dengan nada tegas.

 

Ia menegaskan bahwa seleksi dilakukan berbasis meritokrasi, dengan prinsip “the right man on the right place”. Artinya, hanya kandidat dengan kompetensi terbaik yang akan dipilih, bukan karena kedekatan atau dukungan kelompok tertentu.

 

Dari seluruh pendaftar, telah mengerucut empat kandidat yang dinyatakan lolos seleksi awal dan akan mengikuti tahapan uji kompetensi selama dua hari, 27–28 April 2026.

Keempat kandidat tersebut adalah Apries B. Gaspersz, S.STP., M.Si; Roberd Sapulette, ST., MT; Steven Dominggus, S.IP., M.Si; dan Richard Luhukay, AP.

 

Untuk menjamin objektivitas, seleksi diawasi oleh Panitia Seleksi yang terdiri dari tujuh orang profesional lintas bidang, termasuk akademisi dan birokrat senior, yang dipimpin oleh Sadali Ie.

 

Seleksi Sekot ini menjadi bagian dari agenda prioritas Pemerintah Kota Ambon dalam membangun birokrasi yang profesional, kapabel, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

 

Dengan proses yang transparan dan kompetitif, publik kini menanti siapa figur yang akan terpilih memegang kendali birokrasi Kota Ambon lima tahun ke depan, di tengah tuntutan perubahan yang semakin kompleks.(MM-10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *