Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Lomba Paduan Suara Pelajar Maluku 2026 Masuki Babak Final, 10 Sekolah Berebut Gelar Terbaik

2
×

Lomba Paduan Suara Pelajar Maluku 2026 Masuki Babak Final, 10 Sekolah Berebut Gelar Terbaik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Sebanyak 10 sekolah dari enam kabupaten/kota di Provinsi Maluku berhasil melaju ke Babak Final Lomba Paduan Suara Pelajar Tingkat SMA/SMK/MA Se-Provinsi Maluku Tahun 2026.

Babak final tersebut menjadi puncak rangkaian lomba yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui Taman Budaya Provinsi Maluku sebagai ruang pembinaan, apresiasi, serta pengembangan kreativitas dan talenta generasi muda di bidang seni budaya.

 

Dalam laporan Ketua Panitia,  Prihe Letlora S.S. M.Hum pada pembukaan babak final, disampaikan bahwa lomba tahun 2026 diawali dengan tahapan seleksi administrasi. Sebanyak 35 SMA/SMK/MA dari enam kabupaten/kota mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut.

 

Keenam daerah itu yakni Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tengah.

Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi administrasi, sebanyak 30 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan dan berhak mengikuti Babak Penyisihan yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2026.

 

Dari 30 peserta tersebut, Dewan Juri kemudian menetapkan 10 finalis terbaik untuk tampil pada babak final. Kesepuluh finalis itu adalah: SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat; SMA Negeri 5 Ambon; SMA Xaverius Ambon; SMA Negeri 10 Seram Bagian Barat; SMA Negeri 3; Seram Bagian Barat; SMA Kristen YPKPM Ambon; SMA Negeri 1 Ambon; SMA Negeri 5 Ambon; SMA Negeri 4 Ambon; SMA PGRI 1 Ambon.

 

Ketua Panitia menyampaikan, Lomba Paduan Suara Pelajar tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menemukan dan mengembangkan talenta generasi muda Maluku.

“Kita tidak hanya mencari suara yang merdu atau penampilan yang terbaik, tetapi juga menemukan talenta, membangun karakter, menumbuhkan disiplin, memperkuat kerja sama, dan membentuk generasi yang mampu tampil dengan percaya diri,” demikian disampaikan dalam laporan panitia.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan program Manajemen Talenta Nasional, khususnya dalam menemukan, mengidentifikasi, memfasilitasi dan mengembangkan potensi terbaik generasi muda.

 

Karena itu, peserta yang belum berhasil mencapai babak final diharapkan tidak menganggap perjuangannya berakhir. Setiap talenta dinilai memiliki ruang untuk terus berkembang dan mendapatkan kesempatan untuk mencapai prestasi di masa mendatang.

“Tidak semua yang berbakat harus menjadi juara hari ini, tetapi setiap talenta harus terus diberi kesempatan untuk berkembang menuju masa depannya,” ungkapnya.

 

Dinilai Profesional dan Independen

Dalam laporan tersebut juga disampaikan bahwa seluruh tahapan penilaian dilaksanakan secara profesional, objektif dan independen oleh Dewan Juri yang memiliki kompetensi serta pengalaman di bidang musik dan paduan suara.

 

Dewan Juri terdiri atas Deetje Matulapelwa, Henry Sopaheluwakan dan Ronalds Istia.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang telah memberikan dukungan melalui Dana Alokasi Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Taman Budaya Tahun Anggaran 2026.

 

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada pemerintah kabupaten/kota, sekolah peserta, guru pendamping, Dewan Juri, panitia penyelenggara, para peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

Ketua Panitia menilai babak final ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menyaksikan keberanian generasi muda Maluku dalam menyatukan suara dan perbedaan melalui musik.

“Hari ini, kita sedang menyaksikan lahirnya keberanian. Kita sedang menyaksikan anak-anak muda Maluku berdiri bersama, menyatukan suara, menyatukan perbedaan, dan membuktikan bahwa harmoni hanya dapat tercipta ketika setiap suara diberi tempat dan setiap talenta diberi kesempatan,” ujarnya.

 

Momentum HUT Kota Ambon ke-451

Pelaksanaan babak final juga dinilai semakin istimewa karena berlangsung dalam suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-451.

Dalam laporan panitia, Kota Ambon disebut sebagai Kota Musik yang telah dikenal luas karena tradisi musik dan kehidupan musikal yang tumbuh di tengah masyarakat.

 

Melalui penampilan para pelajar pada babak final, panitia berharap musik Ambon tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi terus berkembang melalui generasi muda sebagai penerus seni dan budaya Maluku.

 

Pada akhir laporan, Ketua Panitia menyampaikan pantun sebagai penutup sekaligus menyemarakkan suasana kegiatan. “Dari Pulau Ambon sampai ke Pulau Seram,

Suara bergema menyatukan rasa, Katong berpadu dalam satu harmoni yang dalam,

Bernyanyi par Maluku pung bae, dari hati dan jiwa!”

Pantun tersebut kemudian dilanjutkan dengan pantun khusus untuk Kota Ambon dalam rangka memperingati HUT ke-451.

 

“Ambon manise kota berbudaya, Empat ratus lima puluh satu tahun berseri, Suara berpadu dalam sukacita, Dirgahayu Ambon, tetap jaya dan lestari.”

Usai laporan panitia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Katerina Lappy, S.H., M.H., diminta memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi Babak Final Lomba Paduan Suara Pelajar Tingkat SMA/SMK/MA Se-Provinsi Maluku Tahun 2026.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *