Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaPendidikan

Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Transformasi STPAK Jadi Perguruan Tinggi Negeri

4
×

Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Transformasi STPAK Jadi Perguruan Tinggi Negeri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., berharap Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) Santo Yohanes Penginjil Ambon dapat bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri, bahkan ke depan berkembang menjadi Universitas Katolik Negeri di Provinsi Maluku.

 

Harapan tersebut disampaikan Yamin dalam sambutannya pada acara wisuda STPAK Santo Yohanes Penginjil Ambon, Selasa (3/11/2026). Ia mengungkapkan, pengembangan perguruan tinggi keagamaan merupakan bagian penting dalam memperkuat mutu pendidikan dan pelayanan keagamaan di Maluku.

 

Menurut Yamin, saat ini Maluku telah memiliki dua perguruan tinggi keagamaan negeri, yakni Universitas Islam Negeri (UIN) dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) yang sementara berproses menjadi Universitas Kristen Negeri. Karena itu, ia berharap lembaga pendidikan tinggi Katolik juga mendapat kesempatan untuk berkembang melalui dukungan dan persetujuan pimpinan Gereja Katolik, khususnya Bapak Uskup.

 

Selain menyoroti pengembangan kelembagaan, Yamin menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian manusia.

 

Mengangkat tema wisuda, “Mendidik dengan Hati, Melayani dengan Iman”, ia mengatakan, pendidikan harus menjadi proses memanusiakan manusia, membentuk karakter, menumbuhkan harapan, serta mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman.

 

“Mendidik dengan hati berarti mendidik dengan kasih, kesabaran, keteladanan, dan penghormatan terhadap martabat setiap pribadi. Seorang pendidik tidak hanya bertugas menjadikan peserta didik cerdas secara intelektual, tetapi juga membimbing mereka menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan memiliki semangat persaudaraan,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, melayani dengan iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kejujuran, ketulusan, kepedulian, serta kesediaan mengutamakan kepentingan bersama. Karena itu, para wisudawan diharapkan menjadikan ilmu sebagai sarana pengabdian dan iman sebagai sumber kekuatan dalam menjalankan tanggung jawab di tengah masyarakat.

Dalam kehidupan masyarakat Maluku yang majemuk, Yamin juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan dengan berlandaskan nilai-nilai luhur budaya daerah, termasuk semangat Pela Gandong.

 

Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya memahami ajaran agamanya sendiri, tetapi juga menghargai pemeluk agama lain, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan berkontribusi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

 

Ia berharap STPAK Santo Yohanes Penginjil Ambon terus menghasilkan lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam iman, luhur dalam karakter, serta mampu menjadi pelopor perdamaian dan persaudaraan di Provinsi Maluku.

Pada kesempatan itu, Yamin juga menyampaikan enam pesan kepada para wisudawan dan wisudawati.

 

Pertama, meningkatkan kepekaan terhadap keadilan dan harmoni sosial serta memberikan pencerahan yang benar kepada masyarakat. Kedua, menjadi pewarta iman, pelayan, dan teladan bagi orang lain.

Ketiga, membangun kepribadian yang baik serta menjadi solution maker, bukan trouble maker. Keempat, tidak mencari jalan pintas dalam meraih kesuksesan dengan melanggar norma, kejujuran, integritas, dan hati nurani.

Kelima, mengambil peran sebagai tenaga terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter masyarakat yang beriman, bertakwa, berbudi pekerti luhur, cerdas, serta berakhlak mulia. Keenam, mengejar keberhasilan yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

 

Yamin menegaskan, Kementerian Agama Provinsi Maluku senantiasa mendorong penguatan mutu pendidikan keagamaan, moderasi beragama, dan kerja sama lintas agama untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, maju, dan sejahtera.

 

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati serta mengajak mereka terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ingatah selalu akar iman yang menguatkan, ilmu yang menuntun, dan buah karya yang memberi manfaat bagi sesama,” pesannya.

 

Dua pantun yang disampaikan pada akhir sambutan turut mempertegas pesan tersebut. Salah satu baitnya mengingatkan bahwa dunia tidak kekurangan orang pintar, tetapi merindukan manusia yang memiliki kepedulian.

 

Pesan itu menjadi penegasan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari gelar akademik yang diraih, tetapi juga dari kepedulian, pengabdian, dan manfaat yang diberikan bagi bangsa dan sesama.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *