PIRU, MM. – Ketua Dekranasda Kabupaten Seram Bagian Barat, Rosbayani Asri, secara resmi menutup kegiatan pelatihan produksi aneka kuliner berbahan dasar sagu dan daun kelor, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang sebelumnya dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dekranasda SBB periode 2026–2030. Pelatihan tersebut diikuti oleh pelaku UMKM dan masyarakat setempat guna meningkatkan keterampilan sekaligus nilai tambah produk pangan lokal.
Dalam sambutannya, Rosbayani menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi berbasis sumber daya lokal.
“Sagu dan kelor merupakan kekayaan daerah yang harus diolah secara kreatif agar memiliki daya saing di pasar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program, mulai dari pendampingan produksi, penguatan strategi pemasaran, hingga pemanfaatan digitalisasi agar produk UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pelatihan ini dinilai strategis karena mengangkat dua komoditas unggulan Maluku, yakni sagu sebagai pangan khas daerah serta daun kelor yang memiliki nilai gizi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis pangan lokal secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Kabupaten Seram Bagian Barat. (MM-3)
















