Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dari Dasar Laut Jikumerasa, Upaya Menjaga Masa Depan Terumbu Karang

10
×

Dari Dasar Laut Jikumerasa, Upaya Menjaga Masa Depan Terumbu Karang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Hamparan bawah laut Pantai Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Maluku,  menjadi saksi aksi kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan Tim Kodaeral IX bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers, Sabtu (6/6/2026).

 

Melalui kegiatan penyelaman konservasi, para penyelam tidak hanya menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga turun langsung melakukan upaya pelestarian dengan mengumpulkan bibit terumbu karang, menanam kembali karang pada media transplantasi, serta membersihkan sampah yang mengotori dasar laut.

 

Komandan Operasi Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers, Jose Najri Nanda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, khususnya terumbu karang yang memiliki peran penting sebagai rumah bagi berbagai biota laut.

 

“Kegiatan ini difokuskan pada pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang yang masih sehat untuk ditransplantasikan kembali, sekaligus membersihkan sampah yang ditemukan di dasar laut,” ujar Jose.

 

Untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan, peserta dibagi ke dalam empat kelompok kerja yang memiliki tugas berbeda namun saling mendukung.

 

Team Alfa dan Team Charli bertugas melakukan identifikasi serta pengambilan fragmen terumbu karang yang layak dikembangkan kembali. Selain itu, kedua tim juga melakukan pembersihan sampah yang ditemukan di area penyelaman.

 

Salah satu jenis karang yang berhasil dikumpulkan adalah Porites Verrucosa, jenis terumbu karang bercabang yang dikenal memiliki bentuk menyerupai kembang kol dan banyak ditemukan di perairan tropis Indonesia.

 

Sementara itu, Team Bravo dan Team Delta bertanggung jawab melakukan transplantasi bibit karang pada media tanam berbentuk spider yang telah dipersiapkan di dasar laut. Media tersebut berfungsi sebagai tempat tumbuh karang baru sehingga dapat membantu mempercepat pemulihan ekosistem yang mengalami kerusakan.

 

Proses transplantasi dan pemasangan media tanam dipimpin langsung oleh Perwira Kodaeral IX, Lettu (Mar) Wahyudi, guna memastikan seluruh tahapan konservasi dilakukan sesuai standar dan prosedur yang berlaku.

 

Selain fokus pada pemulihan terumbu karang, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi tentang pentingnya menjaga laut dari pencemaran sampah. Sampah plastik dan berbagai jenis limbah yang masuk ke laut dapat mengancam kehidupan biota, merusak habitat alami, hingga mengganggu pertumbuhan terumbu karang.

 

Aksi  pembersihan bawah laut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan konservasi yang dilakukan.

Kolaborasi antara Kodaeral IX dan Wanadri Women Divers menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah atau komunitas pecinta alam, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan sumber daya laut.

 

Di tengah besarnya potensi kelautan Maluku, upaya-upaya seperti ini menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi keberlangsungan ekosistem laut. Setiap bibit karang yang ditanam kembali dan setiap sampah yang diangkat dari dasar laut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga warisan alam agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

 

Melalui kegiatan tersebut, para penyelam tidak hanya meninggalkan jejak di bawah laut, tetapi juga menanam harapan agar laut Pulau Buru tetap sehat, produktif, dan menjadi rumah yang aman bagi kehidupan yang tumbuh di dalamnya.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *