Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Gelombang Tinggi dan Mesin Mati, Puluhan Penumpang Longboat Lolos dari Ancaman Laut

13
×

Gelombang Tinggi dan Mesin Mati, Puluhan Penumpang Longboat Lolos dari Ancaman Laut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Sebanyak 20 penumpang longboat sempat berada dalam situasi mencekam setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di tengah perairan antara Pulau Hatta dan Desa Dender, Banda Besar, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (6/6/2026).

 

Insiden yang terjadi di jalur pelayaran rakyat tersebut memicu respons cepat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon melalui Pos SAR Banda yang langsung mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian.

 

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.15 WIT ketika longboat yang berlayar dari Pulau Hatta menuju Banda Besar mendadak mengalami kerusakan mesin di tengah laut. Dengan kondisi kapal tidak dapat bergerak normal, para penumpang kemudian meminta bantuan karena khawatir terombang-ambing di perairan terbuka.

 

Laporan pertama diterima Pos SAR Banda sekitar pukul 08.27 WIT dari seorang warga bernama Fardy. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan Tim SAR Gabungan menggunakan Rescue Inflatable Boat (RIB).

Koordinator Pos SAR Banda menjelaskan bahwa tim bergerak menuju titik kejadian yang berjarak sekitar 7,14 nautical mile dari Pos SAR Banda.

 

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dan mengerahkan unsur gabungan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan kepada para penumpang yang berada di atas longboat tersebut,” ujarnya.

 

Saat operasi penyelamatan berlangsung, kabar menggembirakan diterima tim di lapangan. Salah satu mesin motor tempel yang mengalami kerusakan berhasil diperbaiki oleh awak kapal sehingga longboat kembali dapat bergerak menuju Banda Besar.

 

Informasi tersebut diterima sekitar pukul 09.29 WIT dari salah satu penumpang yang berada di atas kapal.

Tak lama kemudian, seluruh penumpang dilaporkan berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda Besar tanpa mengalami cedera maupun korban jiwa.

 

Setelah tiba di Banda Besar, para penumpang langsung melanjutkan perjalanan menggunakan Kapal Pelni KM Labobar menuju Ambon.

 

Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Tim SAR Gabungan yang telah merespons cepat laporan darurat yang disampaikan dari tengah laut.

 

Pelapor, Fardy, turut membenarkan bahwa seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan telah berada di atas KM Labobar.

 

“Benar, seluruh penumpang sudah tiba dengan selamat di Banda Besar dan melanjutkan perjalanan ke Ambon menggunakan KM Labobar,” katanya.

 

Meski berakhir tanpa korban, kejadian ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko transportasi laut antar pulau di wilayah Maluku. Saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin mencapai 21 knot dari arah tenggara hingga barat laut serta tinggi gelombang sekitar 2,5 meter.

 

Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko bagi kapal-kapal berukuran kecil apabila mengalami gangguan teknis di tengah pelayaran.

 

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur gabungan yang terdiri dari Pos SAR Banda, TNI Angkatan Laut dan Polair Banda. Peralatan yang digunakan dalam operasi tersebut antara lain Rescue Inflatable Boat (RIB) dan kendaraan Rescue Car.

 

Karena seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

 

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapan alat keselamatan dan pemeriksaan kondisi mesin kapal sebelum berlayar, terutama pada jalur pelayaran antar pulau yang kerap menghadapi cuaca dan gelombang yang berubah cepat di perairan Maluku.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *