Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Dari Toleransi hingga Lingkungan, Silaturahmi Wakil Uskup OCI Soroti Wajah Harmoni Maluku

8
×

Dari Toleransi hingga Lingkungan, Silaturahmi Wakil Uskup OCI Soroti Wajah Harmoni Maluku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. — Kunjungan silaturahmi Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Militer Indonesia, Pastor Kolonel Purn. (Sus) Yos Bintoro Pr, ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang kekuatan toleransi dan kepedulian lingkungan yang tumbuh di Maluku.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor Kanwil Kemenag Maluku, Kamis (4/6/2026), Pastor Yos menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang selama ini dilakukan Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta membangun sinergi dengan berbagai organisasi keagamaan di daerah.

 

Menurutnya, Maluku telah menunjukkan perkembangan yang positif sebagai daerah yang mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman suku, budaya dan agama.

 

“Semangat yang kami bawa adalah pengabdian kepada Tuhan, bangsa, negara dan masyarakat. Apa yang dibangun Kanwil Kemenag Maluku dalam merawat hubungan antarumat beragama dan membangun kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat persatuan,” ujar Pastor Yos.

 

Kedatangannya disambut oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Faridah Laisouw, Pembimas Katolik Bernardus Fanulene, Pembimas Hindu Wayan Santika serta jajaran ASN Kanwil Kemenag Maluku.

 

Selain menyoroti pentingnya menjaga toleransi, Pastor Yos juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap persoalan kebersihan lingkungan, khususnya di Kota Ambon.

 

Menurutnya, wajah sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh keharmonisan sosial, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selama berada di Ambon, ia mengaku masih menemukan sejumlah titik yang dipenuhi tumpukan sampah sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

 

“Saya melihat Ambon memiliki potensi yang luar biasa. Kota ini akan semakin indah dan nyaman apabila seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungannya. Kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya.

 

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Kanwil Kemenag Maluku. Faridah Laisouw menjelaskan bahwa pendidikan karakter berbasis cinta kepada Tuhan, sesama manusia dan alam telah menjadi bagian dari program pembinaan di lingkungan madrasah.

 

Menurutnya, nilai-nilai kepedulian lingkungan ditanamkan sejak usia dini melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik dan masyarakat.

 

“Kami berupaya membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, berbagai program cinta lingkungan terus kami dorong di madrasah,” ujarnya.

 

Faridah menjelaskan, Kanwil Kemenag Maluku juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Komunitas Eco Enzyme Nusantara Maluku, dalam kegiatan pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah ramah lingkungan.

Salah satu program yang dilakukan adalah penyebaran cairan eco enzyme di sejumlah kawasan sungai guna membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

 

Suasana pertemuan semakin menarik ketika Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Maluku, Wayan Santika, membagikan pengalamannya selama bertugas di Ambon.

Pejabat yang sebelumnya bertugas di Jakarta itu mengaku sempat memiliki kekhawatiran sebelum ditempatkan di Maluku karena masih adanya stigma lama terkait konflik sosial yang pernah terjadi.

 

Namun setelah menjalani tugas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, pandangannya berubah sepenuhnya.

“Saya justru menemukan masyarakat yang hidup rukun, saling menghormati dan memiliki semangat toleransi yang tinggi. Kondisi ini membuat saya merasa nyaman dan betah bertugas di Maluku,” ungkapnya.

 

Menurut Wayan, suasana harmonis yang ia rasakan menjadi bukti bahwa Maluku telah berhasil membangun kehidupan sosial yang damai dan inklusif.

Apresiasi terhadap kinerja Kanwil Kemenag Maluku juga datang dari Pastor RD. Costantinus Fatlolon dari Keuskupan Amboina.

 

Ia menilai Kementerian Agama selama ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan, termasuk bagi lembaga pendidikan Katolik di Maluku.

 

Berbagai dukungan yang diberikan, mulai dari penguatan kelembagaan pendidikan hingga program penghijauan berbasis ekoteologi, dinilai menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang beriman sekaligus peduli lingkungan.

 

Meski demikian, dalam pertemuan tersebut juga mengemuka sejumlah tantangan pelayanan keagamaan yang masih perlu mendapat perhatian, di antaranya kekosongan jabatan penyelenggara pelayanan Katolik di Kota Tual dan Kabupaten Kepulauan Aru.

 

Persoalan tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan kepada umat Katolik di wilayah tersebut dapat berjalan lebih optimal.

 

Silaturahmi kemudian ditutup dengan penyerahan buku berjudul “Setia Pada Iman dan Teguh Dalam Tugas” karya Pastor Yos Bintoro kepada Kanwil Kemenag Maluku sebagai simbol komitmen bersama dalam merawat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan membangun Maluku yang damai serta peduli terhadap lingkungan.

 

Pertemuan itu sekaligus menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan di Maluku.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *