AMBON.MM, – Keluarga Besar Wattimena Satu Moyang (WSM) telah menggelar ibadah syukur Natal yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Besar WSM periode 2025–2030, pada Sabtu malam (27/12) di Baileo Oikumene, Ambon, mulai pukul 18.00 WIT. Acara berlangsung khidmat, penuh kehangatan, dan sarat pesan penting tentang persaudaraan lintas iman.
Acara mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua” dengan subtema “Membangun Generasi Muda yang Beriman”, yang menegaskan komitmen WSM terhadap nilai damai, persatuan, dan kebersamaan. Hadirin termasuk perwakilan Gubernur Maluku (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sandi Wattimena), Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, perwakilan TNI/Polri, tokoh agama dan adat, serta keluarga Wattimena dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia Chairul Wattimena menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak pendukung. Ia mengungkapkan total donasi yang dihimpun mencapai Rp25,5 juta, ditambah dukungan 300 paket konsumsi dari Wali Kota Ambon. “Dalam waktu seminggu, dengan semangat kebersamaan, kita berhasil menyelenggarakan dua agenda besar ini dengan baik,” ujarnya.

Dalam sambutan yang dibacakan Sandi Wattimena, Gubernur Maluku menyatakan bahwa perayaan Natal bukan hanya momentum iman, melainkan juga sarana mempererat toleransi di Maluku. Ia juga berharap WSM dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berbagai sektor. Sementara itu, refleksi firman Tuhan oleh Pdt. Elifas Tomix Maspaitella mengingatkan bahwa keluarga Wattimena terdiri dari umat Kristen dan Muslim, sehingga persaudaraan sejati harus dijaga sepanjang masa.
Setelah ibadah selesai, pelantikan pengurus baru dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon beserta penyerahan Surat Keputusan. Susunan Pengurus Inti WSM periode 2025–2030 adalah:
– Ketua Umum: AKBP (Purn) Oktavianus John Wattimena
– Sekretaris Umum: Ampy Wattimena
– Bendahara Umum: Ingrid Wattimena
– Pelindung Organisasi: Gubernur Provinsi Maluku Hendrik Lewerissa
Dalam pidato perdananya, Oktavianus menegaskan bahwa WSM lahir dari semangat mempersatukan kembali tali persaudaraan yang pernah terputus. Ia juga berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan sosial, pendidikan, ekonomi, dan budaya. Di sisi lain, Bodewin Wattimena menekankan bahwa WSM harus tetap menjadi ruang persaudaraan, bukan untuk kepentingan politik, dan menjadi teladan toleransi di Maluku.
Acara ditutup dengan doa bersama dan suasana penuh kekeluargaan, menjadikannya simbol nyata persatuan lintas iman serta komitmen bersama membangun Maluku yang damai, sejahtera, dan berkeadilan. (MM-10)
















