AMBON,MM. – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mengumumkan bahwa provinsi ini mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,05 persen pada Oktober 2025. Inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 2,46 persen dan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,30 persen.
Menurut Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 3,03 persen dengan IHK sebesar 110,12, sedangkan terendah terjadi di Kota Tual sebesar 1,26 persen dengan IHK sebesar 109,95.
Inflasi y-on-y terjadi karena kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, termasuk makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,04 persen, kesehatan sebesar 4,45 persen, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,29 persen.
Naiknya 8 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,04 persen; kelompok kesehatan sebesar 4,45 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,29 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,54 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,90 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,69 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,50 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen.
Disebutkan, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 1,20 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,85 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen.
Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Provinsi Maluku bulan Oktober 2025
sebesar 0,05 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,46 persen.(MM-3)
















