Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Uskup Amboina Soroti Krisis Integritas: Kepala Sekolah  Harus Berkarakter

3
×

Uskup Amboina Soroti Krisis Integritas: Kepala Sekolah  Harus Berkarakter

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Kecerdasan dan penguasaan pengetahuan tidak cukup untuk melahirkan pemimpin sekolah yang baik. Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, menegaskan kepala sekolah harus memiliki karakter, moralitas, integritas, dan keteladanan karena kepemimpinannya akan membentuk lingkungan pendidikan yang dipimpinnya.

 

Penegasan itu disampaikan Mgr. Seno saat menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Program Kerja Sama Majelis Pendidikan Katolik (MPK) dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Maluku di Gedung Gereja Katolik Wisata Rohani Airlow, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (16/9/2026).

 

Menurut Mgr. Seno, pendidikan calon kepala sekolah tidak boleh berhenti pada peningkatan kapasitas intelektual dan kemampuan manajerial. Pembentukan karakter harus menjadi fondasi utama sebelum seseorang diberi tanggung jawab memimpin satuan pendidikan.

“Kalau kita melihat dunia secara keseluruhan maupun Indonesia secara khusus sekarang, kita melihat karakter-karakter para pemimpin yang sangat bobrok, sangat bobrok dari sisi integritas, dari sisi moralitas dan lain sebagainya,” ujar Mgr. Seno.

 

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting mengapa pembentukan karakter harus mendapat perhatian serius dalam proses pendidikan dan pelatihan calon pemimpin sekolah.

“Diklat seperti ini menjadi jawaban atas kekurangan itu, dengan catatan bahwa orang-orang yang datang di sini adalah orang-orang yang dipersiapkan untuk pertama-tama berkarakter baik,” tegasnya.

 

Pemimpin Harus Jadi Teladan

 

Mgr. Seno menilai karakter seorang kepala sekolah akan berpengaruh langsung terhadap lingkungan yang dipimpinnya. Kepala sekolah tidak sekadar bertanggung jawab atas administrasi dan manajemen sekolah, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai figur yang diteladani guru dan peserta didik.

 

“Kalau seorang pemimpin yang punya karakter baik, dengan sendirinya dia akan menularkan kepada bawahannya, peserta didiknya dan lain sebagainya,” katanya.

Karena itu, pengetahuan dan keterampilan tetap dinilai penting. Namun, keduanya tidak boleh berdiri sendiri tanpa moralitas dan karakter yang kuat.

 

“Diklat yang sekarang dibuat adalah pertama-tama bukan hanya mengisi otak mereka dari sisi pengetahuan dan keterampilan, tetapi terlebih adalah pembentukan karakter sebagai guru, kepala sekolah yang baik dan bijaksana,” ujar Mgr. Seno.

 

Diklat BCKS berlangsung selama 10 hari, sejak 7 hingga 16 September 2026. Penutupan diawali dengan perayaan Misa Kudus yang dipimpin langsung Mgr. Seno Ngutra, didampingi dua imam dan seorang diakon.

Penutupan kemudian ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh Mgr. Seno setelah seluruh peserta menyelesaikan rangkaian pelatihan.

 

Pendidikan Bukan Sekadar Nilai Akademik

 

Mgr. Seno berharap para peserta tidak berhenti pada penerimaan materi selama diklat. Pengetahuan dan nilai yang diperoleh harus diterapkan di sekolah masing-masing dan diteruskan kepada guru serta peserta didik.

 

“Saya berharap dengan materi yang mereka terima, lalu mereka bisa menyebarkan kepada para guru yang ada di sekolah-sekolah masing-masing, tapi terlebih kepada peserta didik, anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita,” pungkasnya.

 

Ia menegaskan, tanggung jawab kepala sekolah pada akhirnya tidak hanya diukur dari pencapaian akademik maupun keberhasilan administratif. Lebih jauh, pemimpin sekolah memiliki tanggung jawab membangun budaya pendidikan yang menanamkan nilai, moralitas, dan karakter kepada peserta didik.

 

Bagi Mgr. Seno, kepala sekolah harus mampu memimpin bukan hanya dengan kecerdasan dan keterampilan, tetapi dengan kebijaksanaan, integritas, moralitas, dan keteladanan. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *