AMBON,MM. — Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas resmi melepas personel eks Yonmarhanlan IX yang dimutasi ke Yonif 12 Marinir, Papua, Kamis, (7/5/2026).
Pelepasan berlangsung di Lapangan Apel Markas Kodaeral IX, Halong, Ambon dan dihadiri sejumlah pejabat utama TNI AL di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksma TNI Muhammad Risahdi, Inspektur Kodaeral IX, Kapoksahli, para pejabat utama, hingga kepala satuan kerja di lingkungan Kodaeral IX.
Mutasi personel tersebut merupakan tindak lanjut dari proses validasi organisasi di tubuh TNI Angkatan Laut yang mengubah struktur Yonmarhanlan IX menjadi Satuan Pertahanan Pantai Kodaeral IX atau Sathantai Kodaeral IX.
Transformasi organisasi itu menjadi bagian dari strategi penataan kekuatan dan efektivitas pertahanan pangkalan TNI AL di kawasan timur Indonesia, khususnya wilayah Maluku dan Papua yang memiliki posisi strategis maritim.
Sebelum pelepasan resmi dilakukan, terlebih dahulu digelar Apel Khusus Pemberangkatan yang dipimpin Komandan Sathantai Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Frejohn Da Costa.
Sementara Komandan Apel dipercayakan kepada Komandan Divisi Pertahanan Darat Pangkalan Sathantai Kodaeral IX, Letkol Marinir Musa Purna Toban.
Dalam amanatnya, Dankodaeral IX menegaskan bahwa mutasi dan perpindahan satuan merupakan bagian dari dinamika organisasi militer guna mendukung pembinaan personel dan kesiapan operasional TNI AL.
Ia meminta seluruh prajurit tetap menjaga kehormatan korps, disiplin, loyalitas, serta profesionalisme selama bertugas di satuan baru.
“Terima kasih atas dedikasi, loyalitas, profesionalitas, dan kerja keras yang telah diberikan dalam memajukan Yonmarhanlan IX. Semoga seluruh prajurit sukses menjalankan tugas di tempat baru,” ujar Hanarko.
Ia juga berpesan agar seluruh personel terus meningkatkan keimanan, menjaga kesehatan pribadi dan keluarga, menghindari pelanggaran, serta mempertahankan mental sebagai prajurit petarung Marinir.
Menurutnya, perpindahan tugas bukan sekadar rotasi personel, tetapi bagian dari proses penguatan organisasi dan regenerasi prajurit dalam menjawab tantangan pertahanan maritim yang semakin kompleks.
Momentum pelepasan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan dukungan moril kepada para prajurit yang akan melanjutkan pengabdian di Papua.
Dengan penataan organisasi baru di lingkungan TNI AL, diharapkan kesiapan tempur dan efektivitas pertahanan wilayah pesisir serta pangkalan militer di kawasan timur Indonesia semakin optimal.(MM-3)
















