AMBON, MM. – Upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan meningkatkan kualitas aparatur negara terus diperkuat. Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX memfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Mental, Fisik, dan Disiplin (MFD) bagi 62 personel Kantor Wilayah Bea Cukai Ambon di Markas Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus membangun kolaborasi yang lebih solid antara unsur pertahanan dan instansi pengawasan kepabeanan dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah Maluku yang didominasi kawasan laut.
Sebelum pembukaan pelatihan, Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Ambon, Estty Purwadiani Hidayatie, S.Si., M.Si., Ph.D.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Komandan Kodaeral IX Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, Asops DankodaeralIX, Kadister Kodaeral IX, serta Dandenma Kodaeral IX.
Dalam pertemuan tersebut, Dankodaeral IX menegaskan komitmen TNI AL untuk mendukung peningkatan kualitas aparatur Bea Cukai melalui pembinaan mental, fisik, dan disiplin sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pengawasan dan penegakan hukum.
Pelatihan secara resmi dibuka melalui upacara yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Ambon, dengan Kepala Seksi KPTA, M. N. Sidiq Kuncoro, bertindak sebagai Komandan Upacara.
Dalam amanatnya, Estty Purwadiani Hidayatie menekankan bahwa tantangan pengawasan di wilayah kepulauan menuntut aparatur yang memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, integritas, serta kemampuan bekerja sama lintas sektor.
Menurutnya, kolaborasi dengan Kodaeral IX merupakan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika tugas di lapangan, baik dalam pelayanan kepabeanan maupun pengawasan terhadap potensi pelanggaran hukum.
Usai upacara pembukaan, seluruh peserta mengikuti berbagai materi pembinaan yang diawali dengan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Materi tersebut difokuskan untuk membentuk disiplin, kekompakan, kepemimpinan, loyalitas, dan ketegasan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Rangkaian pelatihan kemudian dilanjutkan dengan latihan menembak pistol di Lapangan Tembak Kodaeral IX. Selain melatih konsentrasi dan ketelitian, materi ini bertujuan membangun keberanian, pengendalian diri, serta pemahaman dasar mengenai aspek keamanan dalam penggunaan senjata sebagai bagian dari pembentukan karakter personel yang profesional.
Dankodaeral IX berharap kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi berkembang menjadi sinergi operasional dalam mendukung pengawasan wilayah perairan Maluku yang dikenal memiliki jalur pelayaran strategis sekaligus rawan terhadap berbagai aktivitas ilegal, seperti penyelundupan barang, pelanggaran kepabeanan, hingga kejahatan lintas batas.
Melalui penguatan kapasitas personel dan kolaborasi antarlembaga, Kodaeral IX dan Bea Cukai Ambon optimistis mampu menghadirkan sistem pengawasan yang lebih efektif, responsif, dan terintegrasi, sehingga dapat mendukung terciptanya stabilitas keamanan laut serta perlindungan terhadap kepentingan negara di kawasan timur Indonesia.(MM-3)
















