Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaEkonomi

OJK Gencarkan Literasi Kripto di Ambon, Mahasiswa Diminta Waspada Risiko Digital

3
×

OJK Gencarkan Literasi Kripto di Ambon, Mahasiswa Diminta Waspada Risiko Digital

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat upaya peningkatan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda, seiring melonjaknya minat masyarakat terhadap investasi aset kripto yang kian masif namun sarat risiko.

 

Melalui kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) yang digelar di Aula Rektorat Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Senin (4/5/2026), OJK menegaskan pentingnya pemahaman mendalam sebelum terjun ke investasi digital yang volatil.

 

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan kripto tidak selalu sejalan dengan kesiapan masyarakat dalam memahami risikonya.

 

“Pertumbuhan aset kripto sangat cepat, tetapi masih banyak masyarakat terjebak investasi ilegal, penipuan digital, bahkan kehilangan aset karena rendahnya kesadaran keamanan digital,” tegas Adi.

Ia menekankan bahwa aset kripto memiliki karakteristik high risk high return, dengan fluktuasi harga ekstrem serta berbagai potensi ancaman seperti kebocoran data, manipulasi pasar, hingga faktor psikologis investor yang kerap mengambil keputusan berbasis tren.

 

Menurutnya, keputusan investasi tidak boleh hanya didorong oleh potensi keuntungan instan. Pemahaman fundamental terkait mekanisme, risiko, serta regulasi menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam euforia pasar.

 

OJK mencatat perkembangan aset kripto di Indonesia menunjukkan tren signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hingga Februari 2026, jumlah pengguna kripto telah melampaui 21 juta akun.

 

Sementara itu, nilai transaksi sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun—angka yang mencerminkan tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap instrumen investasi digital.

 

Namun di balik angka fantastis tersebut, OJK melihat adanya kesenjangan literasi yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di wilayah timur Indonesia.

 

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, Provinsi Maluku mencatat indeks inklusi keuangan sebesar 81,04 persen, tetapi indeks literasinya masih tertinggal di angka 40,78 persen.

 

“Kesenjangan ini menunjukkan masyarakat sudah banyak menggunakan produk keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami risikonya,” jelas Adi.

 

Mahasiswa Jadi Garda Depan Literasi

OJK menempatkan mahasiswa sebagai ujung tombak dalam penyebaran literasi keuangan digital. Generasi muda dinilai memiliki keunggulan dalam akses teknologi dan informasi, sehingga berpotensi menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.

 

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi seperti ini menjadi sangat penting di tengah cepatnya perubahan sektor keuangan yang bahkan melampaui perkembangan regulasi.

 

“Mahasiswa harus tidak hanya adaptif, tetapi juga kritis dan bijak dalam mengambil keputusan keuangan, agar tidak menjadi korban dari risiko investasi digital,” ujarnya.

 

Kegiatan DFL ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Literasi Kripto (BLK) yang digelar OJK untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke kawasan timur Indonesia.

 

Kuliah umum tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dan regulator, di antaranya perwakilan OJK, pelaku industri kripto, hingga asosiasi blockchain, dengan total peserta sekitar 400 mahasiswa dan sivitas akademika.

Melalui program ini, OJK menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem keuangan digital yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

 

“Literasi adalah kunci. Tanpa pemahaman yang baik, inovasi justru bisa menjadi sumber kerugian,” pungkas Adi.

Dengan masifnya adopsi kripto di Indonesia, edukasi yang tepat dinilai menjadi benteng utama agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga investor yang rasional, kritis, dan bertanggung jawab.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *