AMBON,MM. – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong perguruan tinggi memperkuat peran penelitian dan kajian ilmiah sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam, pelestarian lingkungan, pengembangan pertanian, dan penguatan ketahanan pangan.
Menurut Lewerissa, pembangunan daerah membutuhkan dukungan data dan bukti ilmiah agar kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan. Karena itu, hasil penelitian perguruan tinggi perlu diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam menjawab persoalan pembangunan Maluku.
Ia menegaskan, lingkungan, pertanian, dan keberlanjutan merupakan tiga aspek yang saling berkaitan. Pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengorbankan kepentingan generasi mendatang.
“Lingkungan, pertanian, dan keberlanjutan bukanlah tiga hal yang berdiri sendiri. Ketiganya saling berkaitan dan menentukan bagaimana kita memenuhi kebutuhan hari ini tanpa mengorbankan kehidupan generasi yang akan datang,” ujar Lewerissa.
Menurutnya, Maluku sebagai provinsi kepulauan memiliki kekayaan ekosistem laut, pesisir, hutan tropis, serta potensi pertanian yang beragam. Kekayaan tersebut menjadi peluang pembangunan yang perlu dikembangkan melalui penelitian sekaligus dijaga kelestariannya agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Lewerissa juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan mitra internasional. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi menghasilkan penelitian bersama, transfer teknologi, serta program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya minta kerja sama internasional yang dilakukan Universitas Pattimura menjadi ajang penelitian bersama, pertukaran keahlian, transfer teknologi, dan program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, perguruan tinggi, khususnya Program Pascasarjana Universitas Pattimura, memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah merumuskan kebijakan pembangunan berbasis kajian ilmiah. Sinergi tersebut dibutuhkan untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan ketahanan pangan.
Lewerissa berharap, hasil penelitian dan kolaborasi lintas sektor dapat menjadi pijakan dalam menentukan prioritas pembangunan yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan. Dengan demikian, pemanfaatan potensi alam Maluku dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(MM-9)















