AMBON, MM. — Keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan masyarakat di wilayah kepulauan jauh dari akses layanan negara. Pesan itu tercermin dari pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX di Desa Wonreli, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Minggu (30/8/2026).
Dengan menggunakan KRI Posepa-870 Satrol Kodaeral IX, tim gabungan merapat di Dermaga Wonreli membawa dua misi sekaligus, yakni memperluas akses layanan Rupiah dan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Pulau Kisar menjadi sasaran kedua dalam rangkaian ERB 2026 di wilayah Maluku. Kehadiran tim gabungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan publik di kawasan kepulauan membutuhkan pendekatan khusus, mengingat jarak dan kondisi geografis kerap menjadi kendala bagi masyarakat untuk memperoleh layanan secara mudah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Edukasi ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan kedudukan Rupiah sekaligus memperkuat kesadaran menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun, misi ERB di Wonreli tidak berhenti pada layanan kas keliling.
Tim Kesehatan Kodaeral IX bersama Tim ERB membuka pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Sebanyak 86 warga memanfaatkan pemeriksaan dan layanan kesehatan tersebut.
Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan sejumlah keluhan kesehatan, antara lain kolesterol, asam urat, pengapuran tulang, gangguan lambung, pegal linu, gatal-gatal hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Data tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran layanan kesehatan langsung di wilayah kepulauan masih memiliki arti penting bagi masyarakat. Pelayanan yang datang mendekati warga menjadi salah satu cara mempersempit jarak akses akibat kondisi geografis.
Komandan KRI Posepa-870 Mayor Laut (P) Muhammad Fachri mengatakan, keterlibatan TNI AL bersama Bank Indonesia merupakan bentuk sinergi dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan akses pelayanan.
Kehadiran KRI Posepa-870 di Wonreli dengan demikian memiliki dimensi yang lebih luas. Kapal perang TNI AL tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan di wilayah perairan, tetapi juga menjadi sarana mobilisasi pelayanan ketika negara harus menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat layanan.
Antusiasme warga mengikuti kegiatan menjadi indikator bahwa layanan yang dibawa langsung ke wilayah kepulauan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Camat Kisar Utara, Camat Kisar Selatan, Dan Pos BKO 755 Nawasena, Tim Kesehatan Kodaeral IX, Tim ERB serta masyarakat Desa Wonreli.
Dari Kisar Menuju Moa
Setelah seluruh rangkaian pelayanan di Pulau Kisar selesai, KRI Posepa-870 melanjutkan pelayaran menuju Pulau Moa untuk meneruskan misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat.
Pergerakan dari satu pulau ke pulau lainnya menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan layanan di wilayah Maluku yang memiliki karakter kepulauan.
Bagi masyarakat di wilayah terluar dan kepulauan, kehadiran layanan semacam ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Akses terhadap Rupiah, edukasi keuangan dan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari kebutuhan dasar yang harus terus didekatkan kepada masyarakat.
ERB 2026 pun memperlihatkan bahwa sinergi Bank Indonesia dan TNI AL dapat menjadi instrumen untuk menjawab persoalan akses tersebut.
Di tengah luasnya wilayah kepulauan Maluku, tantangan pelayanan bukan hanya soal menyediakan fasilitas, tetapi juga bagaimana memastikan fasilitas tersebut benar-benar dapat dijangkau masyarakat.
Karena itu, perjalanan KRI Posepa-870 dari Kisar menuju Moa menjadi lebih dari sekadar pelayaran. Ia membawa pesan bahwa pelayanan negara harus mampu bergerak mendatangi masyarakat, menembus jarak dan keterbatasan geografis, sekaligus memastikan warga di pulau-pulau terdepan tetap menjadi bagian dari jangkauan pelayanan negara.
Melalui ERB 2026, misi menjaga kedaulatan Rupiah berjalan beriringan dengan misi memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat kepulauan. Dari Rupiah hingga layanan kesehatan, negara dituntut tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi hadir melalui pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (MM-3)















