Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Karnaval Benteng Nieuw Victoria II Hidupkan Warna Budaya Maluku, 35 Peserta Ramaikan HUT Ambon ke-451

3
×

Karnaval Benteng Nieuw Victoria II Hidupkan Warna Budaya Maluku, 35 Peserta Ramaikan HUT Ambon ke-451

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Denyut sejarah dan kekayaan budaya Maluku kembali dihidupkan melalui Karnaval Budaya Benteng Nieuw Victoria ke-2 yang digelar di Kota Ambon, Senin (7/9/2026).

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku, Dody Wiranto, S.S., M.Hum., secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengibarkan bendera start di Lapangan Merdeka Ambon. Pengibaran bendera menjadi penanda dimulainya parade budaya yang melibatkan puluhan kelompok dari berbagai latar belakang.

 

Sebanyak 35 peserta ambil bagian dalam karnaval tahun ini. Mereka berasal dari organisasi dan paguyuban masyarakat, organisasi kepemudaan gerejawi hingga kalangan pelajar SMA di Kota Ambon.

 

Karnaval tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Festival Benteng Nieuw Victoria, yang telah dilaksanakan untuk kedua kalinya setelah pertama kali digelar pada 2025.

 

Lebih dari sekadar parade, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, budaya, generasi muda dan masyarakat Kota Ambon. Benteng Nieuw Victoria yang memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Ambon kembali ditempatkan sebagai titik perhatian melalui ekspresi budaya masyarakat.

 

Sejarah Benteng Dihidupkan Lewat Karnaval

 

Festival Benteng Nieuw Victoria diarahkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap keberadaan warisan budaya sekaligus memperkenalkan nilai sejarahnya kepada generasi muda.

 

Melalui karnaval, sejarah tidak hanya ditempatkan sebagai cerita masa lalu yang tersimpan dalam buku atau situs peninggalan, tetapi dihadirkan dalam ruang publik melalui kreativitas masyarakat.

 

Keterlibatan organisasi kepemudaan dan pelajar juga menjadi bagian penting. Generasi muda diberikan ruang untuk mengenal sekaligus mengekspresikan identitas budaya Maluku melalui kegiatan yang terbuka dan melibatkan masyarakat luas.

 

Tahun ini, Karnaval Benteng Nieuw Victoria juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Ambon ke-451, sehingga gaung kegiatan tidak hanya berbicara tentang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang Kota Ambon.

 

35 Peserta, Menyusuri Jejak Kota

Setelah dilepas Kepala BPK Maluku, rombongan peserta bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan utama Kota Ambon.

Rute karnaval dimulai dari kawasan depan Gong Perdamaian Dunia, kemudian bergerak menuju Pattimura Park. Peserta melintasi kawasan Kantor Sinode GPM dan Gereja Maranatha sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Pattimura.

 

Dari Jalan Pattimura, rombongan kemudian berbelok menuju kawasan depan Hotel Gajah Mada, bergerak ke arah BCA, sebelum akhirnya kembali memasuki kawasan Lapangan Merdeka Ambon.

 

Rute tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang-ruang publik Kota Ambon menjadi bagian dari panggung kebudayaan. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menyaksikan langsung keberagaman ekspresi budaya yang ditampilkan para peserta.

 

Sesampainya di Lapangan Merdeka, peserta beristirahat sebelum kembali mengikuti rangkaian kegiatan pada malam hari dalam agenda pembukaan Festival Benteng Nieuw Victoria.

 

Bukan Sekadar Karnaval

Pelaksanaan Karnaval Benteng Nieuw Victoria diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat upaya pelestarian kebudayaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah Maluku.

 

Kehadiran pelajar dan kelompok pemuda juga dinilai strategis untuk memastikan pengetahuan mengenai sejarah dan kebudayaan tidak terputus pada satu generasi.

Di tengah perkembangan kota yang semakin dinamis, keberadaan situs dan warisan budaya membutuhkan keterlibatan publik agar tidak sekadar menjadi simbol masa lalu.

 

Karnaval ini sekaligus menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat. Beragam kelompok dengan latar belakang berbeda dapat hadir dalam satu ruang, membawa identitas masing-masing, namun tetap berada dalam satu panggung kebudayaan Kota Ambon.

 

Festival Benteng Nieuw Victoria pun diharapkan mampu berkembang menjadi agenda budaya yang semakin kuat, konsisten dan memiliki daya tarik lebih luas, sekaligus menjadi salah satu instrumen untuk memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Maluku kepada generasi muda maupun masyarakat dari luar daerah.

 

Karnaval telah bergerak. Sejarah kembali disapa, budaya kembali dipertontonkan, dan Ambon kembali menegaskan dirinya sebagai kota yang hidup bersama warisan sejarahnya.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *