AMBON, MM. — Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon dihadapkan pada tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Namun, di balik tantangan tersebut terbuka peluang besar untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dalam tata kelola pemerintahan, lingkungan, kesehatan maupun kualitas pelayanan publik.
Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka mendengarkan pidato Wali Kota Ambon menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon Tahun 2026, Jumat (4/9/2026).
Ketua DPRD Kota Ambon, Moritz Tamaela, dalam sambutannya sebelum membuka rapat paripurna menegaskan, pertambahan usia Kota Ambon harus menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi pemerintah dan masyarakat.
Menurut Tamaela, semakin matangnya usia Kota Ambon harus diikuti dengan semakin kuatnya komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kota secara lebih baik, terarah dan berkelanjutan.
“Memasuki usia yang semakin matang, pemerintah dan stakeholder Kota Ambon diperhadapkan pada tantangan, tetapi juga sekaligus peluang besar untuk terus membenahi Kota Ambon yang sama-sama kita cintai,” tegasnya.
Ia menilai, tema HUT ke-451 Kota Ambon tahun 2026, “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, tidak boleh berhenti sebagai slogan seremonial dalam setiap peringatan ulang tahun kota.
Tema tersebut, kata Tamaela, harus diterjemahkan menjadi agenda nyata dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.
Ambon Bersih, lanjutnya, bukan semata-mata persoalan kebersihan fisik kota. Lebih jauh, hal itu mencakup upaya mewujudkan lingkungan yang asri dan bebas sampah sekaligus membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.
Sementara Maluku Sehat harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama dalam menjamin kualitas hidup masyarakat melalui akses pelayanan kesehatan yang optimal, serta terciptanya lingkungan sosial yang aman dan kondusif.
Sedangkan Indonesia Maju merupakan bagian dari kontribusi Kota Ambon dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui kerja keras, inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, DPRD Kota Ambon mendorong agar momentum HUT ke-451 tidak hanya menjadi ruang perayaan, tetapi juga titik evaluasi terhadap capaian pembangunan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha dan masyarakat.
Tantangan seperti persoalan sampah, kualitas pelayanan publik, kesehatan, tata kelola pemerintahan dan kebutuhan pembangunan perkotaan membutuhkan kebijakan yang konsisten serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks tersebut, peringatan HUT Kota Ambon menjadi momentum untuk mempertegas kembali bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas lingkungan, pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Sebelum mengetuk palu sebagai tanda dimulainya rapat, Tamaela secara resmi membuka Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon.
“Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka mendengarkan pidato Wali Kota Ambon menyambut HUT ke-451 Kota Ambon tahun 2026, secara resmi saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” tegasnya.
Rapat paripurna tersebut selanjutnya menjadi forum penyampaian pidato Wali Kota Ambon sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon.(MM-3)















