AMBON, MM. – Suasana penuh sukacita meluap tanpa batas, menyelimuti hari kedua perhelatan akbar Maluku Bermazmur 2026. Mulai pukul 16.00 WIT Jumat (23/10) hingga menjelang tengah malam, Stadion Mandala Remaja di Karang Panjang berubah menjadi rumah doa raksasa yang menyatukan hati ribuan putra-putri Maluku serta saudara dari berbagai penjuru dunia.
Stadion ini benar-benar penuh sesak: sekitar 20 ribu umat hadir. Mereka datang tak hanya dari seluruh pelosok Ambon dan kabupaten se-Maluku, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Semua berkumpul di sini, menjadikan tempat ini satu ruang persekutuan yang hangat, damai, dan penuh harapan.
Saat ditemui usai acara, Ketua Panitia Pelaksana Grisly Berhitu mengaku tak menyangka antusiasme masyarakat sebesar ini.
“Sejak sore umat terus berdatangan berbondong-bondong. 11.200 kursi yang kami siapkan habis terisi seketika. Ribuan lainnya menempati tribun kiri-kanan, lorong, hingga area aman yang ditentukan semata tak ingin melewatkan momen bersejarah ini,” ungkapnya.
Tidak lupa juga, Ia pun membagikan kisah menyentuh yang membuktikan kuasa Tuhan nyata di tengah acara:
“Banyak mukjizat terjadi, orang-orang disembuhkan secara langsung. Kemarin malam ada keluarga datang bercerita: anak mereka yang dulunya terbaring lemah, bahkan sempat tak sadarkan diri di tempat tidur, hari ini sudah pulih total. Saat Dr. Paul hendak kembali ke hotel, pemuda itu berdiri tegak bersama keluarganya, menyampaikan terima kasih karena Tuhan telah menyembuhkannya. Sungguh hal yang luar biasa.”
Di dalam stadion, suasana terasa begitu menyentuh. Nyanyian pujian bergema menyatu dengan doa serempak, senyum bahagia dan damai terlihat di setiap wajah. Tua maupun muda, beragam profesi dan asal daerah, semua bersatu dalam satu niat: memuji Tuhan dan berdoa bagi kedamaian serta kemajuan tanah Maluku tercinta.
“Total kehadiran hari ini diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu jiwa. Angka ini belum termasuk 1.000 penyanyi paduan suara, 1.000 petugas pelayanan, serta tim konselor yang siaga mendampingi,” tambah Grisly Berhitu.
Ia pun menyampaikan harapan besar ke depan:
“Kami sungguh berdoa semoga Maluku Bermazmur bisa kembali digelar tahun depan 2027. Semoga acara ini terus membawa berkat dan kebaikan bagi kita semua—bagi Kota Ambon, Provinsi Maluku, bahkan seluruh Indonesia.”
“Seperti kata Dr. Paul Enenche, ia sangat mencintai Ambon. Baginya, tempat ini adalah ladang Tuhan yang istimewa, tempat mujizat terjadi, dan cahaya bagi bangsa. Orang Ambon dan Maluku akan terus dipakai serta diberkati Tuhan, hingga kabar baik ini sampai ke banyak bangsa,” tutupnya.
Kemeriahan ini tak lepas dari kerja keras seluruh tim. Paduan suara menghadirkan lantunan yang menyentuh hati, petugas bergerak sigap melayani kebutuhan jemaat, dan konselor siap mendampingi siapa saja yang membutuhkan doa serta bimbingan rohani.(MM10)















