Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Bodewin Perintahkan Sayembara Tangkap Pembakar Lahan

5
×

Bodewin Perintahkan Sayembara Tangkap Pembakar Lahan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Pemerintah Kota Ambon mengambil langkah tegas guna memutus rantai kebakaran hutan dan lahan. Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya untuk menggelar sayembara demi menangkap oknum pelaku pembakaran lahan.

 

​Langkah ini diambil setelah data lapangan menunjukkan lonjakan kasus kebakaran yang sudah berada pada taraf memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga.

 

​”Jika ada yang mempertanyakan kenapa Wali Kota Ambon memerintahkan para camat untuk membuat sayembara menangkap pembakar hutan dan lahan, maka inilah faktanya. Betapa situasinya sangat memprihatinkan dan mencemaskan katong semua,” ujar Bodewin.

 

​Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menjaga kelestarian lingkungan. “Mari basudara katong sadar dan sama-sama menjaga hutan dan lahan untuk kebaikan katong samua. Kalau Bukan Katong Mau  Sapa  Lai? Kalau  Bukan  Sakarang  Mau Apa Tempo Lai?” tegasnya.

 

​Lonjakan Kasus Tembus 157 Kejadian

 

​Berdasarkan data resmi penanganan kebakaran Kota Ambon: Tren Tahunan: Akumulasi kebakaran dari Januari hingga 21 Oktober 2026 telah menyentuh 157 kejadian, melonjak drastis dibandingkan periode September-Desember 2025 yang hanya mencatat 27 kejadian.

 

Puncak Kejadian: Pada periode hingga 21 Oktober 2026, lonjakan kasus mencapai titik tertinggi yaitu 60 kejadian.

 

​Peningkatan Karhutla: Khusus kebakaran hutan dan lahan, angkanya meningkat lebih dari dua kali lipat dari 26 kejadian pada September menjadi 54 kejadian pada Oktober.

 

​Kecamatan Nusaniwe Jadi Wilayah Terparah

 

​Kecamatan Nusaniwe menduduki posisi tertinggi dengan jumlah kasus karhutla terbanyak pada bulan Oktober. Berikut adalah rincian peta sebaran karhutla per kecamatan:

Nusaniwe: 33 kejadian pada Oktober (melonjak tajam dari 9 kejadian di bulan September).

Sirimau: 11 kejadian pada Oktober (turun dari 12 kejadian di bulan September).

Teluk Ambon: 6 kejadian pada Oktober (naik dari 2 kejadian di bulan September).

Teluk Ambon Baguala: 3 kejadian pada Oktober (stabil dibanding bulan September).

Leitimur Selatan: 1 kejadian pada Oktober (naik dari 0 kejadian di bulan September).

 

Ia berharap partisipasi warga dalam sayembara ini dapat meminimalkan potensi kebakaran hutan serta menindak tegas oknum tak bertanggung jawab.(MM-9)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *