Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahNasional

Hardikal ke-80 Jadi Momentum Penguatan Strategi Perang Laut, Dankodaeral IX Hadir di Surabaya

7
×

Hardikal ke-80 Jadi Momentum Penguatan Strategi Perang Laut, Dankodaeral IX Hadir di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA, MM. — Menyambut Hari Pendidikan Angkatan Laut (Hardikal) ke-80, TNI Angkatan Laut menegaskan pentingnya penguatan strategi pertahanan maritim nasional melalui forum akademik dan intelektual para calon pemimpin matra laut.

 

Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Hanarko Djodi Pamungkas menghadiri Kolokium Perwira Siswa (Pasis) tiga lembaga pendidikan TNI AL yang digelar di Gedung Moejadi Kodiklatal, Surabaya, Senin (11/5/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hardikal ke-80 sekaligus wadah strategis membahas tantangan perang laut modern di kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

 

Kolokium diikuti Perwira Siswa Seskoal LXV, Pasis Diklapa XXXV, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Tahun Ajaran 2026.

Acara dibuka Komandan Kodiklatal, Nur Alamsyah mewakili Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali.

 

 

TNI AL Siapkan Strategi Hadapi Perang Laut Modern

 

Dalam keynote speech tertulis yang dibacakan Dankodiklatal, Kasal menegaskan bahwa kolokium bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan ruang strategis untuk melahirkan gagasan baru menghadapi dinamika ancaman maritim masa depan.

 

Tema yang diangkat tahun ini yakni “Optimalisasi Taktik Perang Laut TNI Angkatan Laut Dalam Mendukung Strategi Sea Control & Sea Denial Pada Perang Berlarut di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)” dinilai sangat relevan dengan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

 

Menurut Kasal, posisi strategis Indonesia di jalur pelayaran internasional menuntut kesiapan TNI AL untuk mampu mengendalikan wilayah laut sekaligus menutup akses lawan dalam situasi konflik berkepanjangan.

 

Strategi sea control dan sea denial disebut menjadi elemen utama dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus melindungi kepentingan nasional di laut.

“Pembangunan kekuatan TNI AL saat ini tidak hanya bertumpu pada kekuatan tempur konvensional, tetapi juga kemampuan perang asimetris dan operasi maritim berbasis teknologi,” demikian pesan Kasal.

 

 

Forum Akademik Bahas Taktik, Intelijen Hingga Logistik Tempur

 

Kolokium tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan perwira senior sebagai penanggap dan moderator.

Rektor Universitas Hang Tuah, Avando Bastari menjadi penanggap makalah pertama, sementara Guru Besar FISIP Universitas Airlangga, Kacung Marijan menjadi penanggap kedua.

 

Adapun pemaparan materi dilakukan oleh para perwira siswa dari berbagai lembaga pendidikan TNI AL, yang membahas strategi operasi laut, intelijen maritim, hingga dukungan logistik tempur dalam menghadapi potensi perang berkepanjangan di kawasan ALKI.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya modernisasi teknologi pertahanan laut di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman maritim global.

 

 

Hardikal Jadi Momentum Tingkatkan Profesionalisme Prajurit Laut

 

Kehadiran Dankodaeral IX dalam forum tersebut menunjukkan komitmen TNI AL untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pendidikan militer sebagai fondasi pertahanan laut nasional.

 

Kolokium ini sekaligus menjadi bagian dari upaya TNI AL mencetak prajurit yang profesional, adaptif, modern, dan memiliki kemampuan strategis menghadapi tantangan geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

 

Momentum Hardikal ke-80 pun dimaknai bukan hanya sebagai peringatan historis pendidikan Angkatan Laut, tetapi juga refleksi pentingnya inovasi pemikiran dan penguasaan teknologi dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

 

Di tengah meningkatnya dinamika keamanan laut internasional, forum seperti ini dinilai menjadi ruang penting bagi TNI AL untuk menyusun strategi pertahanan yang relevan dengan perkembangan perang modern dan ancaman nonkonvensional di wilayah perairan nasional.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *