Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomiHeadline

Groundbreaking Hilirisasi Kelapa-Pala di Awaiya, Gubernur Dorong Ekonomi Baru Maluku

7
×

Groundbreaking Hilirisasi Kelapa-Pala di Awaiya, Gubernur Dorong Ekonomi Baru Maluku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Groundbreaking proyek hilirisasi kelapa dan pala di kawasan Awaiya, Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, resmi digelar, Rabu (29/4). Momentum ini menjadi langkah awal transformasi sektor perkebunan Maluku menuju ekonomi bernilai tambah yang lebih kuat dan berkelanjutan.

 

Peletakan batu pertama tersebut merupakan bagian dari 13 proyek hilirisasi tahap kedua yang dilakukan serentak di delapan wilayah Indonesia dan diikuti langsung Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah pusat dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

 

Untuk wilayah Maluku, kegiatan dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Nefra Firdaus, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Direktur Polairud Polda Maluku Kombes Pol Handoyo Santoso, Ketua DPRD Maluku Tengah Herry Man Carl Haurissa, pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku dan Pemkab Maluku Tengah, serta jajaran PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional VIII Awaiya.

 

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyambut baik dimulainya proyek tersebut. Menurutnya, hilirisasi kelapa dan pala bukan sekadar seremoni pembangunan, tetapi tonggak penting kebangkitan ekonomi daerah.

 

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyambut baik dimulainya hilirisasi kelapa dan pala ini sebagai bagian dari dorongan program nasional,” ujar Gubernur.

 

Ia menegaskan, Maluku memiliki potensi besar di sektor perkebunan dengan komoditas unggulan seperti kelapa, pala, dan cengkeh yang tersebar hampir di seluruh wilayah. Produksi kelapa yang melampaui 100 ribu ton per tahun dan pala yang mencapai ribuan ton dinilai menjadi modal besar untuk pengembangan industri pengolahan.

 

Selama ini, kata Hendrik, sebagian besar hasil perkebunan masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambahnya dinikmati daerah lain. Karena itu, hilirisasi menjadi jalan untuk meningkatkan harga jual komoditas sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

 

“Hilirisasi ini bukan sekadar menjalankan program. Ini kebutuhan kita,” tegasnya.

 

Menurut Gubernur, investasi di sektor pengolahan juga harus ditopang dengan stabilitas keamanan dan iklim sosial yang kondusif agar memberi kepastian bagi investor dan manfaat nyata bagi rakyat.

 

“Iklim yang kondusif harus kita jaga bersama. Ini investasi untuk masa depan masyarakat Maluku,” katanya.

 

Ia turut mengapresiasi Kementerian Pertanian dan pihak PTPN yang telah memilih Maluku Tengah sebagai lokasi pengembangan industri. Kepercayaan itu disebut sebagai peluang besar untuk mengangkat ekonomi Maluku ke level yang lebih tinggi.

 

Gubernur juga menitipkan pesan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus dilibatkan secara aktif melalui kesempatan kerja, kemitraan usaha, dan dampak ekonomi langsung dari kehadiran industri tersebut.

 

Dengan dimulainya proyek ini, kawasan Awaiya diharapkan berkembang menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru di Maluku, tempat kelapa dan pala tidak lagi sekadar dipanen, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi yang menyejahterakan masyarakat.(MM-9)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *