Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Estafet Kepemimpinan LPKA Ambon, Arah Baru Pembinaan Anak

7
×

Estafet Kepemimpinan LPKA Ambon, Arah Baru Pembinaan Anak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM – Pergantian kepemimpinan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembinaan yang lebih humanis, berintegritas, dan berkelanjutan.

 

Seremoni pisah sambut yang digelar Senin (21/4) menandai berakhirnya masa tugas Kurniawan Wawondos dan dimulainya kepemimpinan Manuel Yenusi sebagai Kepala LPKA Ambon.

 

Acara yang berlangsung di ruang serbaguna LPKA Ambon itu dihadiri unsur Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku, para Kepala UPT se-Kota Ambon, mitra kerja, pegawai, peserta magang Kemenaker, hingga Anak Binaan. Suasana berlangsung hangat namun sarat makna, mencerminkan transisi kepemimpinan yang berjalan kondusif.

 

Dalam sambutan perpisahannya, Kurniawan Wawondos menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan di LPKA bukan hanya soal program, tetapi juga komitmen kolektif seluruh elemen lembaga. Ia mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama masa jabatannya, sekaligus berharap fondasi yang telah dirintis dapat terus diperkuat.

“Pembinaan Anak Binaan harus terus dijalankan dengan pendekatan yang amanah dan humanis. Saya percaya LPKA Ambon akan semakin maju dengan kerja sama yang solid,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala LPKA Ambon yang baru, Manuel Yenusi, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan program pembinaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan Anak Binaan. Ia menekankan pentingnya integritas dalam setiap lini pelayanan, serta memastikan bahwa setiap kebijakan berpihak pada masa depan anak-anak yang dibina.

 

“Kepemimpinan ini adalah amanah. Kami akan mengedepankan integritas dan menjadikan kepentingan Anak Binaan sebagai pusat dari seluruh program pembinaan,” tegas Yenusi.

 

Perwakilan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Catherian V. Picauly, dalam arahannya menyoroti peran strategis LPKA sebagai garda depan pembinaan generasi muda yang berhadapan dengan hukum. Ia menilai pergantian kepemimpinan harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas layanan pembinaan.

“LPKA bukan sekadar tempat pembinaan, tetapi ruang pembentukan karakter. Kepemimpinan baru harus mampu memperkuat profesionalisme dan integritas lembaga,” katanya.

 

Momentum pisah sambut ini sekaligus menjadi penegasan bahwa keberlanjutan program tetap menjadi prioritas, dengan inovasi sebagai kunci peningkatan kualitas pembinaan. LPKA Kelas II Ambon diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya membina, tetapi juga membangun harapan baru bagi Anak Binaan menuju masa depan yang lebih baik. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *