Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadlineNasional

Dari Kota Konflik ke Simbol Harmoni: Ambon Tembus 10 Besar Kota Toleran Nasional

4
×

Dari Kota Konflik ke Simbol Harmoni: Ambon Tembus 10 Besar Kota Toleran Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, MM. – Capaian Kota Ambon menembus 10 besar Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 bukan sekadar prestasi administratif, tetapi menjadi penanda kuat transformasi sosial kota yang pernah dilanda konflik menjadi simbol harmoni di Indonesia.

 

Berdasarkan penilaian SETARA Institute, Ambon berada di peringkat ke-10 dengan skor 5,657 dari 94 kota yang dinilai secara nasional. Hasil tersebut diumumkan dalam peluncuran IKT di Mangkuluhur Arthotel Suites, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

 

Penghargaan diterima oleh Kepala Badan Kesbangpol Ambon, Aldrin Parinussa, yang menilai capaian ini sebagai buah dari konsistensi pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberagaman.

“Ini bukan hanya penghargaan untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh warga Ambon yang terus merawat nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Menurut Aldrin, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen kepemimpinan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang secara konsisten menegaskan pentingnya menjadikan Ambon sebagai ruang hidup yang inklusif tanpa sekat agama, etnis, maupun identitas sosial lainnya.

 

Penilaian IKT sendiri dilakukan melalui empat variabel utama, yakni regulasi pemerintah, tindakan pemerintah, regulasi sosial, dan tindakan sosial. Selain itu, terdapat delapan indikator yang mengukur sejauh mana kota mampu mengelola keberagaman, mulai dari kebijakan publik hingga dinamika sosial masyarakat.

 

Kenaikan peringkat Ambon dibanding tahun sebelumnya menunjukkan adanya perbaikan nyata, bukan sekadar retorika. Hal ini mencerminkan bahwa upaya membangun toleransi tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi diterjemahkan dalam kebijakan dan praktik sosial di lapangan.

Wali Kota Ambon dalam pernyataannya juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kontribusi menjaga stabilitas sosial.

“Ini hasil kerja bersama. Toleransi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab semua warga,” tulisnya.

 

Meski demikian, capaian ini juga menjadi pengingat bahwa tantangan ke depan masih besar. Menjaga toleransi di tengah dinamika sosial, arus informasi digital, dan potensi polarisasi tetap membutuhkan kerja kolektif yang berkelanjutan.

 

Di tingkat nasional, posisi pertama kota toleran diraih oleh Salatiga, disusul Singkawang dan Semarang. Kehadiran Ambon dalam daftar ini mempertegas bahwa wilayah Indonesia timur juga mampu menjadi contoh praktik keberagaman yang sehat.

 

Dengan capaian ini, Ambon tidak hanya memperbaiki citra masa lalu, tetapi juga menegaskan dirinya sebagai kota yang terus bergerak menuju masa depan yang inklusif, damai, dan berkelanjutan.(MM-10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *