AMBON, MM. – Komitmen Kementerian Agama Provinsi Maluku dalam memperkuat pelayanan keagamaan terus diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah. Salah satunya ditunjukkan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Bernard Fanulene, S.Pd, yang meninjau langsung progres pembangunan Gereja Bunda Hati Kudus di Desa Waepsalit, Pulau Buru, Minggu (19/7/2026).
Kepada wartawan di Ambon, Sabtu (26/7/2026), Bernard Fanulene menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan pendampingan Bimas Katolik dalam memastikan pembangunan sarana ibadah berjalan sesuai rencana serta mampu menjawab kebutuhan pastoral umat Katolik di wilayah tersebut.
Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan liturgi, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman, pendidikan karakter, serta penguatan persaudaraan dan kehidupan sosial masyarakat.
Selama peninjauan, Bernard bersama Ketua Tim Urusan Agama Bimas Katolik Kanwil Kemenag Maluku, Yohanis Latbual, S.S., dan jajaran staf Bimas Katolik meninjau secara langsung perkembangan pembangunan gedung gereja. Rombongan juga berdialog dengan panitia pembangunan untuk mendengar laporan mengenai capaian pekerjaan, kendala yang masih dihadapi, hingga kebutuhan yang diperlukan agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah melalui Bimas Katolik merupakan bentuk nyata perhatian negara dalam menjamin tersedianya sarana ibadah yang layak bagi seluruh umat beragama, termasuk masyarakat Katolik di daerah-daerah.
“Gereja bukan hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman, pembentukan karakter, serta penguatan persaudaraan umat. Karena itu kami berharap pembangunan Gereja Bunda Hati Kudus Waepsalit dapat berjalan lancar hingga selesai dan nantinya dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh umat,” ujar Bernard.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pastor, panitia pembangunan, dan seluruh umat yang terus menunjukkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan gereja. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi modal utama dalam menghadirkan rumah ibadah yang representatif sekaligus memperkuat pelayanan gereja di tengah umat.
“Kebersamaan antara pastor, panitia, dan umat merupakan kekuatan yang harus terus dipelihara. Semangat inilah yang menjadi fondasi keberhasilan pembangunan gereja sekaligus mencerminkan kehidupan umat yang solid,” katanya.
Bernard menambahkan, Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku akan terus melakukan pendampingan terhadap pembangunan sarana keagamaan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama, memperkuat moderasi beragama, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin baik bagi masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan gereja, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan fasilitas peribadatan yang memadai, sehingga dapat mendukung pembinaan umat dan mempererat persaudaraan di Provinsi Maluku. (MM-3)
















