Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomiHeadline

Okupansi Hotel Bintang Maluku Anjlok 6,80 Poin, Wisnus Tumbuh 10 Persen

4
×

Okupansi Hotel Bintang Maluku Anjlok 6,80 Poin, Wisnus Tumbuh 10 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Maluku belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kinerja industri perhotelan. Ketika jumlah perjalanan wisnus meningkat lebih dari 10 persen secara tahunan pada Juli 2026, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang justru mengalami penurunan tajam.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku yang dirilis 1 September 2026, TPK hotel bintang pada Juli 2026 tercatat hanya 27,18 persen. Angka ini merosot 6,80 poin dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 33,98 persen.

 

Penurunan juga terjadi secara bulanan. Dibandingkan Juni 2026 yang berada pada level 27,82 persen, TPK hotel bintang pada Juli turun 0,64 poin.

Kondisi tersebut memperlihatkan tekanan pada tingkat okupansi hotel bintang di tengah aktivitas perjalanan domestik yang justru menunjukkan pertumbuhan.

 

Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam Berita Resmi Statistik menyampaikan, secara kumulatif kinerja hotel bintang sepanjang Januari-Juli 2026 masih mencatat pertumbuhan.

 

Pada periode tersebut, TPK hotel bintang mencapai 31,21 persen, meningkat 2,08 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, capaian kumulatif tersebut tidak menutup pelemahan yang terjadi pada Juli. Secara khusus, angka 27,18 persen menunjukkan bahwa kapasitas kamar hotel bintang yang tersedia belum sepenuhnya terserap pasar.

 

Hotel Non-Bintang Ikut Tertekan

 

Tekanan juga terlihat pada kelompok hotel non-bintang dan akomodasi lainnya.

Pada Juli 2026, TPK hotel non-bintang dan akomodasi lainnya tercatat 17,86 persen, turun 3,34 poin dibandingkan Juni 2026.

 

Meski demikian, secara tahunan kondisinya berbeda. TPK kelompok akomodasi tersebut justru meningkat 1,32 poin dibandingkan Juli 2025.

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, TPK hotel non-bintang dan akomodasi lainnya mencapai 19,35 persen, atau naik 3,34 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa pelemahan okupansi pada Juli tidak terjadi secara seragam jika dilihat berdasarkan jenis akomodasi dan periode pembanding.

 

Lama Menginap Tamu Asing Menyusut

 

Indikator lain yang patut dicermati adalah rata-rata lama menginap tamu.

Pada Juli 2026, rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang Maluku tercatat 2,04 malam. Angka tersebut turun 0,13 malam dibandingkan Juni 2026 dan anjlok 1,08 malam dibandingkan Juli 2025.

 

Sementara rata-rata lama menginap tamu domestik tercatat 1,73 malam.

Angka tersebut turun 0,02 malam secara bulanan dan 0,14 malam secara tahunan.

Penurunan durasi menginap tersebut menjadi indikator bahwa peningkatan mobilitas wisatawan tidak otomatis menghasilkan masa tinggal yang lebih panjang di daerah tujuan.

 

Wisnus Naik, Hotel Bintang Melemah

 

Di tengah tekanan sektor perhotelan, arus perjalanan wisatawan nusantara ke Maluku justru bergerak positif.

BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus tujuan Maluku pada Juli 2026 mencapai 334.518 perjalanan. Jumlah tersebut meningkat 12,08 persen dibandingkan Juni 2026.

 

Jika dibandingkan Juli 2025, perjalanan wisnus juga tumbuh 10,10 persen.

Pertumbuhan bahkan tetap terlihat secara kumulatif. Sepanjang Januari-Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus tujuan Maluku mencapai 2.258.255 perjalanan, meningkat 7,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

 

Kontras antara dua indikator tersebut menjadi catatan penting bagi sektor pariwisata Maluku: mobilitas wisatawan domestik meningkat, tetapi tingkat penghunian hotel bintang justru turun pada Juli.

 

Artinya, pertumbuhan jumlah perjalanan belum sepenuhnya tercermin dalam peningkatan okupansi hotel bintang.

Data BPS tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tantangan pariwisata Maluku bukan semata mendatangkan wisatawan, tetapi juga memastikan peningkatan arus perjalanan mampu mendorong lama tinggal dan penggunaan akomodasi, terutama hotel berbintang.

 

Dengan TPK hotel bintang Juli yang hanya 27,18 persen, sektor pariwisata masih menghadapi pekerjaan rumah untuk mengubah pertumbuhan mobilitas wisatawan menjadi peningkatan aktivitas ekonomi yang lebih besar bagi industri akomodasi.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *