Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Terombang-ambing di Laut Malra, Dua Nelayan Tual Diselamatkan Tim SAR Gabungan

8
×

Terombang-ambing di Laut Malra, Dua Nelayan Tual Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Dua nelayan asal Kota Tual nyaris menjadi korban ganasnya perairan Maluku Tenggara setelah long boat yang mereka gunakan mengalami mati mesin di tengah laut. Beruntung, respons cepat Basarnas bersama Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan keduanya dalam kondisi selamat, Minggu (24/5/2026).

 

Kedua nelayan tersebut diketahui terombang-ambing di sekitar Perairan Pulau Baer setelah mesin motor tempel yang digunakan mengalami kerusakan saat perjalanan kembali menuju Kota Tual.

 

Korban masing-masing bernama Lanoho Latarisa (65) dan Aan (43). Keduanya sebelumnya berangkat melaut sejak Sabtu (23/5/2026) untuk mencari ikan di sekitar perairan Pulau Baer.

 

Namun nahas, saat hendak kembali ke Tual pada Minggu pagi, mesin long boat mendadak rusak sehingga mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan dan hanyut di tengah laut.

Koordinator Pos SAR Tual menjelaskan informasi kondisi darurat tersebut diterima sekitar pukul 08.40 WIT dari seorang warga bernama R. Arjan yang melaporkan adanya dua nelayan meminta bantuan karena mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di laut.

 

“Menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat sekitar pukul 09.00 WIT,” jelasnya.

 

Meski kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan angin tenggara mencapai 24 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter, tim penyelamat tetap melakukan pencarian secara cepat.

 

Sekitar pukul 09.45 WIT, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan di sekitar Perairan Pulau Baer dalam keadaan selamat. Tim SAR kemudian mengevakuasi keduanya menuju Desa Nam, Kota Tual, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

 

Operasi penyelamatan tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Basarnas Pos SAR Tual, Bakamla Tual, dan keluarga korban.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional saat melaut, terutama ketika cuaca buruk dan minimnya perlengkapan keselamatan maupun kesiapan teknis armada yang digunakan.

 

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *