Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Gelombang Tinggi Lumpuhkan Kapal Pinisi, Basarnas Ambon Evakuasi 13 Korban

8
×

Gelombang Tinggi Lumpuhkan Kapal Pinisi, Basarnas Ambon Evakuasi 13 Korban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM — Insiden karamnya kapal pinisi KLM Cajoma V di perairan Teun Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, menjadi peringatan keras akan ganasnya cuaca laut Maluku dalam beberapa hari terakhir. Meski kapal tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi, seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam operasi cepat Basarnas Ambon.

 

Berdasarkan siaran pers Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Rabu (6/5/2026), kapal yang berlayar dari Sorong menuju Kalabahi, Nusa Tenggara Timur, mengalami kecelakaan pada Senin malam (4/5) sekitar pukul 21.55 WIT.

 

Kapal berpenumpang 13 orang ini dilaporkan dihantam cuaca buruk yang menyebabkan kebocoran hingga akhirnya karam di perairan Kecamatan TNS.

 

 

Sinyal Darurat Jadi Penyelamat

Sebelum tenggelam, kapal sempat memancarkan sinyal darurat melalui perangkat Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB). Sinyal tersebut ditangkap Basarnas Command Centre (BCC) yang kemudian meneruskan koordinat lokasi kejadian kepada Basarnas Ambon.

 

Langkah cepat pun diambil. Pada Selasa dini hari (5/5) pukul 00.05 WIT, tim rescue Basarnas Ambon diberangkatkan menggunakan KN SAR Bharata menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 200 nautical mile arah tenggara dari Ambon.

 

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan sejak awal kejadian, termasuk dengan pihak pemilik kapal.

 

“Dari informasi yang kami terima, sebelum kapal tenggelam seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci dan menepi ke Pulau Nila,” ujarnya.

 

Para korban dilaporkan bertahan di Pulau Nila setelah meninggalkan kapal yang tenggelam. Kondisi ini menjadi faktor penting yang membantu proses penyelamatan, karena seluruh penumpang berada dalam satu titik yang relatif aman.

 

Setelah menempuh perjalanan panjang di tengah kondisi laut yang masih tidak bersahabat, KN SAR Bharata akhirnya tiba di lokasi pada pukul 16.27 WIT dan langsung melakukan evakuasi.

 

Seluruh korban berhasil diangkat ke atas kapal penyelamat dalam kondisi selamat.

 

Evakuasi ke Ambon

Usai evakuasi, pada pukul 17.35 WIT seluruh korban diberangkatkan menuju Ambon untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Perjalanan evakuasi memakan waktu cukup panjang hingga akhirnya pada Rabu pagi (6/5) pukul 07.00 WIT, KN SAR Bharata tiba di Dermaga BRIN Ambon.

 

Seluruh korban kemudian diserahkan kepada pihak pemilik kapal untuk proses penanganan lanjutan dan pemulihan kondisi. Dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai.

 

Basarnas Ambon juga mengembalikan seluruh unsur yang terlibat ke satuan masing-masing, disertai apresiasi atas kerja sama dalam operasi penyelamatan tersebut.

 

Insiden ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di wilayah perairan Maluku, serta peran vital teknologi darurat seperti EPIRB dalam menyelamatkan nyawa di tengah kondisi kritis.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *