Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

Neraca Dagang Maluku Defisit, Impor Tembus US$21,77 Juta di Februari 2026

10
×

Neraca Dagang Maluku Defisit, Impor Tembus US$21,77 Juta di Februari 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Maluku pada Februari 2026 menunjukkan ketimpangan, di mana nilai impor masih jauh lebih tinggi dibandingkan ekspor.

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/4/2026), mengungkapkan bahwa ekspor Maluku pada Februari 2026 tercatat sebesar US$ 5,46 juta. Sementara itu, impor mencapai US$ 21,77 juta.

 

Secara kumulatif, nilai ekspor Maluku periode Januari–Februari 2026 mencapai US$ 10,68 juta atau turun 0,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Seluruh ekspor tersebut berasal dari komoditas nonmigas.

 

Pada Februari 2026, ekspor Maluku juga mengalami penurunan sebesar 8,74 persen dibandingkan Februari 2025 yang mencapai US$ 5,98 juta.

 

Dari sisi tujuan, ekspor Maluku didominasi pasar Asia, khususnya Tiongkok dengan nilai US$ 10,11 juta, disusul Hong Kong sebesar US$ 0,57 juta. Kedua wilayah ini menyumbang seluruh ekspor Maluku selama Januari–Februari 2026, tanpa kontribusi dari kawasan ASEAN maupun negara di luar Asia.

Seluruh aktivitas ekspor tercatat melalui Pelabuhan Yos Sudarso dengan kontribusi 100 persen, berbeda dengan tahun sebelumnya yang juga melibatkan Pelabuhan Tual.

 

Sementara itu, nilai impor Maluku periode Januari–Februari 2026 melonjak signifikan menjadi US$ 83,73 juta atau naik 55,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tajam juga terjadi pada impor nonmigas yang mencapai US$ 37,02 juta.

 

Untuk Februari 2026 saja, impor tercatat sebesar US$ 21,77 juta, turun 8,67 persen dibandingkan Februari 2025 yang mencapai US$ 23,83 juta.

 

Negara pemasok utama barang impor ke Maluku selama periode Januari–Februari 2026 antara lain Finlandia sebesar US$ 36,46 juta (43,55 persen), Singapura sebesar US$ 32,42 juta (38,72 persen), Malaysia sebesar US$ 14,29 juta (17,06 persen), serta Tiongkok sebesar US$ 0,56 juta.

 

Akibat ketimpangan tersebut, neraca perdagangan Maluku pada Januari–Februari 2026 mengalami defisit sebesar US$ 73,05 juta. Defisit ini berasal dari sektor nonmigas sebesar US$ 26,34 juta dan sektor migas sebesar US$ 46,71 juta.

Kondisi ini mencerminkan masih tingginya ketergantungan Maluku terhadap pasokan barang dari luar negeri dibandingkan kemampuan ekspor daerah.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *