Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

TNI AL Gandeng WANADRI, Pulau Buru Jadi Fokus Gerakan Pemulihan Ekosistem Pesisir Maluku

8
×

TNI AL Gandeng WANADRI, Pulau Buru Jadi Fokus Gerakan Pemulihan Ekosistem Pesisir Maluku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Maluku memasuki babak baru. Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX resmi menggandeng Yayasan WANADRI melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menitikberatkan pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya di Pulau Buru.

 

Kerja sama yang ditandatangani di Markas Komando Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Selasa (2/6/2026), tidak hanya menjadi simbol sinergi antara institusi pertahanan dan organisasi lingkungan, tetapi juga menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menghadapi ancaman kerusakan ekosistem laut dan pesisir.

 

Mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Asisten Teritorial Kodaeral IX Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto menandatangani dokumen kerja sama bersama pihak Yayasan WANADRI.

 

Program yang akan dijalankan mencakup restorasi terumbu karang, rehabilitasi kawasan mangrove, serta pemberdayaan masyarakat melalui program IBU KARANG, sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

 

Dalam perspektif pertahanan maritim, keberadaan terumbu karang dan hutan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyangga lingkungan, tetapi juga menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, perubahan iklim, hingga ancaman bencana pesisir.

 

Karena itu, kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis yang mengintegrasikan aspek keamanan wilayah dengan upaya konservasi sumber daya alam.

“Kawasan pesisir merupakan ruang hidup masyarakat sekaligus wilayah strategis yang harus dijaga keberlanjutannya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir program-program nyata yang mampu memperkuat ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap salah satu pejabat Kodaeral IX dalam kegiatan tersebut.

Penandatanganan PKS turut disaksikan jajaran pejabat utama dan perwira staf Kodaeral IX, antara lain Dansatrol Kodaeral IX, Kadister Kodaeral IX, Kadiskum Kodaeral IX, serta sejumlah perwira lainnya.

 

Kehadiran Yayasan WANADRI yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan konservasi alam dan pendidikan lingkungan dinilai dapat memperkuat kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi berbagai tantangan ekologis yang semakin kompleks.

 

Lebih jauh, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan program pendidikan lingkungan, pelatihan masyarakat, serta penguatan sumber daya manusia di wilayah pesisir Maluku yang memiliki karakteristik geografis kepulauan.

 

Sinergi antara Kodaeral IX dan Yayasan WANADRI ini menjadi contoh bagaimana isu lingkungan kini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab kelompok konservasi semata, tetapi juga bagian dari agenda strategis dalam menjaga ketahanan wilayah dan masa depan masyarakat pesisir.

 

Dengan dimulainya kerja sama ini, Pulau Buru diharapkan menjadi model pengelolaan pesisir berbasis kolaborasi yang mampu mengharmoniskan kepentingan lingkungan, masyarakat, dan pertahanan negara secara berkelanjutan.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *