AMBON, MM. — Sinergi antara TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IX dan Bank Indonesia kembali diwujudkan dalam aksi nyata menyentuh masyarakat pesisir melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) di Negeri Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur.
Kehadiran KRI Dorang-874 di Pelabuhan Laut Bemo, Minggu (3/5/2026), bukan sekadar operasi pelayaran, tetapi membawa misi kemanusiaan dan penguatan wawasan kebangsaan di wilayah terdepan. Kapal patroli tersebut menjadi penghubung layanan negara bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar.
Tim kesehatan Kodaeral IX yang dipimpin Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina bersama personel medis langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan gratis. Sekitar 50 warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Berbagai keluhan medis berhasil ditangani di tempat, mulai dari penyakit sendi seperti osteoarthritis, hipertensi, gangguan kulit, gangguan pencernaan, hingga infeksi saluran pernapasan. Pelayanan ini menjadi bentuk konkret kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat pesisir.
Tidak berhenti pada aspek kesehatan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai bela negara. Melalui sosialisasi yang disampaikan personel TNI AL, masyarakat diajak memahami pentingnya menjaga kedaulatan bangsa dari lingkup terkecil, termasuk peran aktif warga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada saat yang sama, Bank Indonesia turut memperkuat literasi ekonomi masyarakat melalui program “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”. Sosialisasi ini memberikan edukasi terkait pentingnya penggunaan rupiah dalam transaksi sehari-hari serta pemahaman mengenai uang layak edar, termasuk mekanisme penukaran uang.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pemerintah setempat. Camat Werinama, Ismail Elbetan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran TNI AL dan Bank Indonesia yang dinilai memberikan manfaat langsung dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu dari sisi kesehatan, tetapi juga membuka wawasan masyarakat terkait ekonomi dan kebangsaan, sekaligus memperkenalkan peluang pengabdian melalui institusi TNI Angkatan Laut.
Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari aparat kewilayahan, tenaga pendidik, tokoh agama hingga masyarakat umum, menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam mendukung keberhasilan kegiatan tersebut.
Kehadiran KRI Dorang-874 di Werinama menegaskan bahwa peran TNI AL tidak terbatas pada aspek pertahanan semata, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Usai menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, KRI Dorang-874 melanjutkan pelayaran menuju Tifu, membawa semangat pengabdian yang terus berlayar, menghubungkan negara dengan rakyatnya hingga ke pelosok negeri.(MM-3)
















