AMBON, MM. – Pemkot Ambon kini memiliki sarana andal untuk memprediksi potensi kelangkaan kebutuhan pokok lebih dini melalui sistem SIKENDALI AMBON, sebuah mekanisme peringatan dini yang bekerja berbasis data secara terpadu dan akurat .
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menjelaskan bahwa sistem ini mengubah cara pemerintah dalam membaca pergerakan harga dan ketersediaan barang.
“Dengan SIKENDALI AMBON, kita tidak lagi menebak-nebak di mana akan terjadi kelangkaan atau kenaikan harga. Informasi yang diterima menjadi dasar bagi kita untuk bertindak cepat, tepat sasaran, dan tidak terlambat,” ujar Ely .
Keunggulan sistem ini terletak pada kolaborasi berbagai pihak yang menyatukan informasi dalam satu wadah: BSSN, menjamin keamanan dan kerahasiaan data siber; Bank Indonesia, memberikan analisis tren ekonomi dan kebijakan; Perum BULOG dan Pelindo, menyajikan data riil stok serta pergerakan distribusi barang; BPS dan BMKG Pattimura, menyediakan data statistik dan informasi cuaca perairan; dan Distributor Pangan — menjadi sumber data langsung kondisi pasokan di lapangan.
Menyangkut informasi yang disampaikan para pelaku usaha, Wawali menegaskan jaminan keamanan.
“Seluruh data yang masuk dari para distributor dijaga kerahasiaannya. Informasi ini semata-mata kami gunakan untuk menjaga kestabilan harga dan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon,” tegasnya .
Rapat koordinasi TPID ditutup dengan diskusi bersama perwakilan BI, BPS, BULOG, Pelindo, Forkopimda, dan puluhan distributor lokal untuk menyempurnakan peta jalan pengendalian inflasi daerah ke depan .(MM10)















