AMBON.MM,_ Kawasan di sepanjang aliran Sungai Way Tomu kini bersiap tampil dengan wajah yang sepenuhnya baru. Pembangunan struktur penghubung sepanjang sekitar 120 meter dan lebar 18 meter ini tidak hanya berfungsi melancarkan pergerakan warga, melainkan diubah menjadi ruang terbuka yang luas untuk menampung beragam aktivitas sehari-hari.
Dulu kawasan ini terkesan sepi dan kurang terawat, namun kini akan disulap menjadi pusat penggerak ekonomi rakyat lewat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Selain itu, tempat ini juga dirancang menjadi ruang yang nyaman untuk berinteraksi, menyalurkan kreativitas, hingga beristirahat bersama keluarga.
Tata Kelola Terpadu Oleh Kodam XV/Pattimura
Seluruh proses penataan lingkungan dilaksanakan langsung oleh Kodam XV/Pattimura. Pihaknya akan melakukan seleksi yang teliti bagi calon pelaku usaha yang ingin beroperasi di sini, dengan memberikan prioritas kepada warga yang berkomitmen menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan.
“Kebersihan adalah cerminan keindahan tempat ini, dan kerapian menunjukkan pengelolaan yang baik. Pembuangan sampah sembarangan dilarang keras, supaya kawasan ini tetap asri, bersih, dan nyaman dinikmati semua orang,” tegas pihak Kodam.
Pembagian tugas pun ditegaskan dengan sangat jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman: urusan penarikan pajak maupun retribusi sepenuhnya merupakan wewenang Pemerintah Daerah, dan bukan tanggung jawab Kodam XV/Pattimura. Sebaliknya, pengamanan wilayah, pemeliharaan kebersihan, menjaga ketertiban umum, serta pengaturan operasional harian menjadi kewajiban penuh pihak Kodam.
Seluruh upaya ini dilakukan demi kemanfaatan seluruh lapisan masyarakat, bukan untuk keuntungan kelompok tertentu. Segala langkah yang diambil juga telah disesuaikan dengan peraturan yang berlaku dan dikoordinasikan secara erat bersama Pemerintah Kota Ambon.
Apresiasi Tinggi Dari Pemerintah Provinsi
Menyambut inisiatif besar ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Dr. A. Jais Ely, menyampaikan tanggapan yang sangat positif dalam keterangannya hari Senin (5/10/2026).
“Mengubah kawasan bantaran sungai ini menjadi ruang usaha bagi pelaku UMKM adalah langkah yang sangat luar biasa,” ujar Jais Ely.
Ia menambahkan, pengalihan fungsi bekas garasi kendaraan menjadi ruang usaha milik pemerintah merupakan solusi yang tepat sekaligus bukti kepedulian tinggi terhadap penataan lingkungan kota.
Secara khusus, Jais Ely menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto atas inisiatif mulia tersebut. Menurutnya, penataan kawasan Sungai Way Tomu bersamaan dengan revitalisasi Pasar Mardika berpotensi menjadi ikon kebanggaan daerah yang sudah lama dinanti warga Maluku.
“Apa yang dilakukan Pangdam bukanlah tindakan sepihak, melainkan wujud komitmen tulus demi kemajuan kita semua. Saya berharap masyarakat menyambut baik langkah ini dengan pandangan yang terbuka, bukan kecurigaan,” imbuhnya.
Setiap pembangunan yang lahir dari niat baik layak didukung bersama. Kawasan ini kini tak sekadar menjadi jembatan penghubung fisik, melainkan “jembatan persatuan” yang menyatukan berbagai kepentingan. Semangat gotong royong seperti inilah yang akan terus memperkuat persaudaraan di tanah Maluku yang damai dan makmur, pungkasnya.(MM10)















