AMBON, MM. – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari dilakukan pencarian intensif, Tim SAR Gabungan menemukan Yohanis Malirafin (40) dalam kondisi meninggal dunia di perairan Desa Lornwembun, Minggu (26/7/2026).
Korban yang merupakan warga Desa Alusi Kelaan sebelumnya dilaporkan hilang saat menyelam untuk memanah ikan pada Sabtu (25/7/2026). Jenazah ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT atau sekitar 150 meter dari lokasi awal korban diduga tenggelam.
Usai ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan perahu menuju Desa Alusi Kelaan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, mengatakan pencarian pada hari kedua difokuskan di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, dengan melibatkan berbagai unsur SAR serta masyarakat setempat.
“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 150 meter dari titik awal kejadian, kemudian langsung dievakuasi ke rumah duka,” ujar Wahyunan.
Ia menjelaskan, laporan mengenai kondisi membahayakan jiwa tersebut diterima Pos SAR Saumlaki dari BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Sabtu sekitar pukul 14.55 WIT.
Berdasarkan informasi yang diterima, empat warga Desa Alusi Kelaan berangkat menuju perairan Desa Lornwembun sekitar pukul 00.40 WIT untuk menyelam dan memanah ikan. Namun hingga menjelang pagi, hanya tiga orang yang berhasil kembali ke daratan, sementara Yohanis tidak kunjung muncul ke permukaan.
Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.
Setelah menerima laporan, Pos SAR Saumlaki segera mengerahkan personel dan peralatan untuk melakukan operasi pencarian yang berlangsung hingga hari kedua.
Meski cuaca di lokasi pencarian kurang bersahabat dengan hujan ringan, angin barat hingga barat laut berkecepatan mencapai 31 knot serta tinggi gelombang sekitar 2,5 meter, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan penyisiran hingga akhirnya korban ditemukan.
Operasi SAR melibatkan Pos SAR Saumlaki, Polairud Polda Maluku, Polres Kepulauan Tanimbar, BPBD Kepulauan Tanimbar, serta masyarakat setempat. Tim menggunakan sejumlah sarana pendukung, di antaranya rescue car, rubber boat, dan longboat milik warga.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing setelah berhasil menuntaskan misi kemanusiaan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas melaut, terutama menyelam pada malam hingga dini hari ketika kondisi cuaca dan arus laut sulit diprediksi. Masyarakat pesisir diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan prakiraan cuaca, serta menggunakan perlengkapan keselamatan saat beraktivitas di laut.(MM-3)
















