Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Perwira Kodaeral IX Dibekali Isu Geopolitik Global, Kesiapsiagaan Maritim Jadi Sorotan

7
×

Perwira Kodaeral IX Dibekali Isu Geopolitik Global, Kesiapsiagaan Maritim Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 AMBON, MM. – Di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan kompleksitas tantangan keamanan maritim, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX memperkuat kapasitas sumber daya manusianya melalui kegiatan Banglingstra Round Table Discussion yang digelar di Saung Satuan Kapal Patroli Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Kamis (11/6/2026).

 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Profesi TNI Angkatan Laut Tahun Anggaran 2026 itu tidak hanya membahas perkembangan lingkungan strategis global, tetapi juga menekankan pentingnya ketahanan mental, moral, dan ideologi prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

 

Asisten Intelijen (Asintel) Dankodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Iwan Hariwanto, yang tampil sebagai narasumber utama, menguraikan berbagai perkembangan geopolitik dunia yang saat ini dipengaruhi oleh persaingan dua kekuatan besar, Amerika Serikat dan China. Persaingan tersebut dinilai memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik, termasuk wilayah perairan Indonesia.

 

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara maritim strategis menuntut setiap prajurit TNI Angkatan Laut untuk memiliki pemahaman yang luas terhadap perubahan lingkungan strategis yang berkembang dengan cepat.

 

“Prajurit TNI AL harus mampu membaca perkembangan situasi global, memahami potensi ancaman yang muncul, serta memiliki kesiapan untuk menghadapi berbagai skenario yang dapat memengaruhi stabilitas dan kedaulatan negara,” ujar Iwan dalam paparannya.

 

Diskusi tersebut diikuti para perwira dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) serta perwakilan seluruh satuan kerja di jajaran Kodaeral IX. Masing-masing satuan mengirimkan dua personel yang terdiri dari perwira menengah dan perwira pertama untuk mengikuti forum diskusi strategis tersebut.

 

Selain membahas ancaman eksternal, perhatian juga diarahkan pada berbagai pelanggaran internal yang masih menjadi tantangan dalam pembinaan personel. Beberapa kasus yang mendapat sorotan antara lain penyalahgunaan narkoba, pelanggaran asusila, hingga perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma dan aturan militer.

 

Sebagai langkah pencegahan, Asintel Kodaeral IX menekankan tujuh prinsip utama yang harus menjadi pedoman seluruh personel, yakni penguatan spiritual, ideologi, citra diri, soliditas, loyalitas, penggunaan media sosial secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Melalui forum diskusi ini, para perwira diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembinaan di satuan masing-masing dengan menularkan wawasan strategis yang diperoleh kepada seluruh anggota.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kodaeral IX membangun prajurit yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas pertahanan laut, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan kemampuan memahami perkembangan geopolitik yang terus berubah.

 

Dengan bekal wawasan strategis tersebut, Kodaeral IX berharap seluruh personelnya mampu menjaga kesiapsiagaan operasional sekaligus memperkuat peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia di kawasan timur.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *