Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Pembunuhan di Bandara Langgur Terbongkar Cepat, Dua Eksekutor Tertangkap: Motif Masih Misterius

84
×

Pembunuhan di Bandara Langgur Terbongkar Cepat, Dua Eksekutor Tertangkap: Motif Masih Misterius

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

AMBON,MM.– Penanganan cepat aparat kepolisian dalam kasus pembunuhan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, mulai membuka tabir peristiwa berdarah yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).

Dalam waktu kurang dari dua jam pasca kejadian, jajaran Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36). Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, membenarkan penangkapan tersebut.

Ia menjelaskan, insiden bermula sekitar pukul 11.25 WIT, saat korban baru saja tiba dari Jakarta dan keluar melalui pintu bandara.
“Korban tiba-tiba diserang menggunakan senjata tajam oleh orang tak dikenal. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri,” ungkapnya.

Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Gerak cepat polisi langsung dilakukan dengan menyisir sejumlah titik dan mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian. Hasilnya, dalam waktu singkat dua terduga pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti.

Meski demikian, penyidik belum menyimpulkan motif di balik aksi penikaman tersebut. Polisi masih mendalami kemungkinan apakah kasus ini merupakan tindak kriminal murni atau berkaitan dengan dinamika lain, termasuk faktor personal maupun kepentingan tertentu.

“Motif masih dalam pendalaman. Kami fokus mengungkap secara utuh, termasuk kemungkinan adanya aktor lain di balik kejadian ini,” tegas Rositah.

 

 

Spekulasi publik pun mulai mengarah pada dugaan keterlibatan pihak lain di luar pelaku lapangan. Status korban sebagai tokoh politik aktif di Maluku Tenggara memunculkan pertanyaan tentang apakah aksi ini berdiri sendiri atau merupakan bagian dari skenario yang lebih besar.

Kapolda Maluku disebut telah memberikan atensi khusus terhadap kasus ini dan memerintahkan jajarannya untuk bekerja secara profesional, transparan, dan menyeluruh hingga ke akar persoalan.

Di tengah berkembangnya berbagai asumsi, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami minta semua pihak menahan diri. Percayakan proses hukum kepada aparat. Kami akan mengungkap kasus ini secara terang,” ujar Rositah.

Hingga kini, situasi keamanan di Maluku Tenggara dilaporkan tetap kondusif. Namun, pengamanan di sejumlah titik strategis terus diperketat guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pascakejadian.

Selain membuktikan peran dua pelaku yang telah diamankan, publik menunggu jawaban atas satu pertanyaan besar: apakah ada aktor intelektual di balik pembunuhan ini, dan siapa sosok yang sebenarnya mengendalikan peristiwa berdarah di ruang publik tersebut. (MM)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *