Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pesawat Intai TNI AL Tinggalkan Ambon, Operasi Tameng Papua-26 Tahap II Resmi Digelar

14
×

Pesawat Intai TNI AL Tinggalkan Ambon, Operasi Tameng Papua-26 Tahap II Resmi Digelar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan kesiapsiagaannya dalam menjaga keamanan wilayah perairan nasional. Melalui Komando Daerah Maritim (Kodaeral) IX, operasi lanjutan Tameng Papua-26 Tahap II resmi digelar dengan ditandai keberangkatan pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) P-8301 dari Bandara Pattimura Ambon, Senin (20/4/2026).

 

Pesawat intai maritim yang berada di bawah pembinaan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) tersebut lepas landas sebagai bagian dari penguatan patroli udara di kawasan timur Indonesia, yang dikenal memiliki tingkat kerawanan strategis tinggi.

 

Keberangkatan pesawat ini dilepas langsung oleh sejumlah pejabat Kodaeral IX bersama tim Merflug, di antaranya Dansathantai, Kadiskomlek, serta Kadissyahal. Kehadiran para pejabat ini menegaskan pentingnya operasi tersebut dalam menjaga stabilitas keamanan laut nasional.

 

Dipiloti oleh Mayor Laut (P) Wisnu Akbar, pesawat CN235-220 MPA menempuh rute penerbangan dari Ambon menuju Makassar, sebelum melanjutkan perjalanan ke Juanda, Surabaya, untuk menjalani remain over night (RON) sebagai bagian dari persiapan misi berikutnya.

 

Menariknya, dalam penerbangan ini turut serta Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Andri Kristianto. Kehadirannya di dalam pesawat menunjukkan pengawasan langsung terhadap kesiapan operasi udara maritim yang menjadi bagian penting dari strategi pertahanan laut Indonesia.

 

Operasi Tameng Papua-26 Tahap II sendiri merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam memperkuat pengamanan wilayah perairan yurisdiksi nasional, khususnya di kawasan timur yang berbatasan langsung dengan wilayah strategis dan rawan gangguan keamanan.

 

Dengan dukungan teknologi canggih yang dimiliki pesawat CN235-220 MPA, termasuk sistem pengawasan dan deteksi dini, operasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas patroli laut serta mengantisipasi berbagai potensi ancaman, mulai dari pelanggaran wilayah, penyelundupan, hingga aktivitas ilegal lainnya.

 

Selain itu, operasi ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara serta memastikan keamanan jalur pelayaran yang menjadi urat nadi perekonomian nasional.

 

Pelaksanaan operasi ini sekaligus menegaskan kesiapan unsur-unsur TNI AL dalam menghadapi dinamika keamanan maritim yang terus berkembang, serta memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan dan perairan strategis Indonesia. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *