Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Pelantikan 224 Pejabat Baru: Walikota Bodewin Tegas, Cari Solusi Jangan Mengeluh

5
×

Pelantikan 224 Pejabat Baru: Walikota Bodewin Tegas, Cari Solusi Jangan Mengeluh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Pattimura Park menjadi saksi pengukuhan kekuatan baru birokrasi Kota Ambon, Jumat (11/9/2026). Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena resmi melantik dan mengambil sumpah 224 Pejabat Administrator dan Pengawas, berdasarkan SK Wali Kota Nomor 661 dan 662 tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan PNS dalam jabatan tersebut.

 

Di hadiri Wakil Wali Kota Ely Toisutta, Sekretaris Kota Robby Sapulette, Ketua DPRD Mourits L. Tamaela, jajaran Forkopimda, rohaniawan serta pimpinan OPD lainnya, Wali Kota membuka pelantikan dengan pesan tegas: mesin pemerintahan kini sudah lengkap, tidak ada lagi alasan berjalan lambat.

 

Wali Kota menegaskan, para pejabat ini adalah pilihan langsung para kepala dinas dan instansi, yang kini telah dikukuhkan secara resmi.

“Harapan beta: usulan ini objektif dan selektif, agar penggerak utama birokrasi ini bisa bergerak bersatu membangun Ambon,” ujarnya.

 

Ia menutup ruang bagi alasan klasik: “Sekarang semua jabatan sudah terisi penuh. Tidak boleh lagi alasan dinas tak berjalan karena kurang staf atau jabatan kosong. Kalau kepala dinas sudah memilih dan Wali Kota sudah mengangkat, maka wajib bergerak!”

 

Bodewin juga memberi sinyal tegas soal akuntabilitas: kinerja kepala dinas terikat erat dengan kinerja timnya. “Kalau saudara bekerja sungguh-sungguh, pasti katong beri apresiasi. Tapi kalau kerja asal-asalan, kepala dinasnya pun bisa diganti. Tugas saudara adalah bantu atan agar target tercapai.”

 

Bukan Tempat Nyaman: Hadapi Masalah, Cari Jalan Keluar

 

Pesan paling berkesan ditujukan langsung kepada 224 pejabat baru: jabatan bukan tempat bersantai.

“Kalau mau kerja yang ringan-ringan saja, mau diam di zona nyaman, tak perlu jadi pejabat. Tapi karena saudara sudah duduk di sini, tugas saudara adalah mencari persoalan, lalu menemukan solusinya. Bikin Ambon makin baik, jangan mengeluh!” serunya tegas.

 

Ia mengajak semua bertekad melompat lebih tinggi: “Bukan sekadar naik kelas, Ambon harus loncat kelas. Caranya? Kerja jujur, konsisten, tulus, tanpa kebohongan. Fokus pada pelayanan, pembangunan, dan tugas pokok masing-masing.”

 

Urusan Got Tersumbat Tak Boleh Sampai ke Wali Kota

 

Wali Kota juga meluruskan rantai komando di lapangan. Ia tak ingin lagi mendengar keluhan hal sepele seperti saluran air mampet atau tumpukan sampah langsung sampai ke mejanya.

“Untuk apa ada lurah, camat, kepala negeri dan raja? Kalau cuma got tasumbat saja harus lapor ke Wali Kota, berarti mereka tidak bekerja!” tegasnya.

 

Wali Kota memerintahkan: “Lurah wajib keliling wilayahnya minimal seminggu sekali. Cek sampah, cek saluran air, pantau bangunan tanpa izin. Camat harus pantau dan bimbing bawahannya. Tanggung jawab harus selesai di tingkat paling bawah, jangan diserahkan ke atas.”

 

 Jabatan Adalah Amanah, Gerak Bersama Raih Masa Depan

 

Di akhir arahannya, Bodewin mengingatkan jabatan sebagai tangga pengabdian sekaligus penentu karir. Kerja nyata dan integritas di posisi administrator dan pengawas adalah kunci menuju jenjang lebih tinggi.

 

“Koordinasilah dengan baik, hargai atan, bimbing bawahan tanpa arogan. Jadilah pelaku sejarah yang baik sampai masa pensiun tiba. Kalau semua berjalan sesuai tugasnya, pasti Ambon melesat jauh ke depan,” tutupnya.

 

Kini mesin birokrasi Kota Ambon dinyatakan siap penuh berakselerasi, membawa semangat baru: bergerak, menyelesaikan, melompat lebih tinggi.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *