AMBON, MM. — Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 kembali menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan Rupiah bukan semata urusan transaksi ekonomi, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terluar.
Sinergi Komando Daerah TNI Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku membawa layanan keuangan sekaligus pelayanan kesehatan gratis ke Desa Ilwaki, Kecamatan Wetar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, Sabtu (29/8/2026).
Misi tersebut menjadi sasaran pertama ERB 2026 di Pulau Wetar. Tim gabungan menggunakan KRI Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli Kodaeral IX yang dikomandani Mayor Laut (P) Muhammad Fachri.
Setibanya di Desa Ilwaki, tim langsung membuka layanan kas keliling dan bakti sosial kesehatan di Balai Desa. Kehadiran layanan tersebut menjadi penting mengingat karakteristik wilayah kepulauan Maluku yang membuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan kesehatan masih menghadapi tantangan jarak dan konektivitas.
Dalam misi tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan penukaran dan distribusi uang Rupiah. Tim ERB juga memberikan edukasi mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Edukasi itu diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai fungsi Rupiah sekaligus menanamkan kesadaran bahwa mata uang nasional merupakan salah satu simbol kedaulatan negara.
Di wilayah perbatasan dan terluar seperti Wetar, keberadaan Rupiah memiliki dimensi yang lebih luas. Kehadiran layanan kas di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memastikan uang nasional tetap tersedia dan dapat digunakan secara layak oleh warga.
60 Warga Wetar Mendapat Pengobatan Gratis
Di tengah agenda layanan Rupiah, Kodaeral IX juga membawa misi kemanusiaan. Tim kesehatan memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada 60 warga Desa Ilwaki.
Sejumlah keluhan yang ditangani meliputi dispepsia atau gangguan lambung, osteoarthritis, mialgia atau pegal linu, dermatitis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga hipertensi.
Bagi masyarakat Ilwaki, pelayanan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial. Terbatasnya akses pelayanan kesehatan di kawasan terpencil membuat kehadiran tenaga medis secara langsung menjadi sangat berarti.
Sekretaris Desa Ilwaki menyampaikan apresiasi atas perhatian TNI AL dan BI yang memasukkan wilayah tersebut sebagai salah satu sasaran ERB 2026.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia. Adanya pengobatan gratis ini sangat berarti bagi warga masyarakat Desa Ilwaki yang merupakan daerah terpencil dan sulit dijangkau,”ungkapnya
Sinergi Negara Jangan Berhenti di Pulau Terluar
Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menegaskan ERB merupakan bentuk sinergi strategis TNI AL dan BI untuk menghadirkan manfaat langsung kepada masyarakat di wilayah terluar.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguatan kedaulatan Rupiah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Maluku.
“Semoga hadirnya pelayanan perbankan serta bakti kesehatan gratis ini mampu meringankan beban warga Desa Ilwaki, menghadirkan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat, dan semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di kawasan perbatasan NKRI,” ujarnya.
Sebanyak 15 personel Tim ERB BI 2026, tiga personel kesehatan Kodaeral IX, satu personel Dinas Penerangan Kodaeral IX, satu personel Intel Kodaeral IX, serta personel KRI Posepa-870 terlibat dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan di Desa Ilwaki berlangsung aman dan lancar. Setelah menuntaskan misi pertama di Pulau Wetar, KRI Posepa-870 melanjutkan pelayaran menuju Pulau Kisar untuk meneruskan rangkaian Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.(MM-3)















