AMBON, MM. — Hujan deras yang mengguyur Dusun Sawa, Negeri Tawiri, Kota Ambon, Sabtu (29/8/2026) tak menyurutkan langkah Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M. untuk meresmikan Jembatan Kori di Kali Wailawa.
Didampingi Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., peresmian dilakukan di sela kunjungan kerja Pangkoarmada RI di wilayah Kodaeral IX.
Peresmian tersebut tidak sekadar menandai selesainya pembangunan sebuah jembatan. Bagi warga Dusun Sawa, Jembatan Kori menjadi simbol terbukanya akses yang selama ini menjadi salah satu persoalan penting dalam mobilitas masyarakat.
Jembatan gantung yang melintasi Kali Wailawa itu menjadi akses penghubung utama warga Dusun Sawa dengan kawasan sekitarnya. Keberadaannya diharapkan memangkas hambatan mobilitas sekaligus membuka ruang lebih besar bagi aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Usai menandatangani prasasti peresmian, Pangkoarmada RI menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Kori memiliki arti strategis bagi warga.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan oleh warga Dusun Sawa. Ini bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang penggerak roda perekonomian, pertanian, dan pendidikan di wilayah ini,” ujar Denih.
Menurutnya, pembangunan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat dapat dijawab ketika TNI dan warga bergerak dalam semangat gotong royong.
Pangkoarmada RI juga memberikan apresiasi kepada Kodaeral IX dan masyarakat yang ikut mendorong hingga pembangunan jembatan tersebut terealisasi.
Ia menegaskan, TNI AL tidak hanya memiliki mandat dalam menjaga pertahanan dan keamanan laut, tetapi juga dapat mengambil peran sosial dalam membantu masyarakat, khususnya ketika kebutuhan infrastruktur dasar menjadi persoalan yang langsung memengaruhi kehidupan warga.
Komitmen tersebut, kata dia, akan terus diperkuat melalui komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Maluku serta Pemerintah Kota Ambon.
100 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Agenda kunjungan Pangkoarmada RI di Tawiri tidak berhenti pada peresmian jembatan. TNI AL juga menggelar bakti sosial bagi masyarakat Dusun Sawa dan sekitarnya.
Sedikitnya 100 warga mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan bantuan paket sembako, masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan gigi.
Pelayanan diberikan oleh dua dokter, delapan tenaga paramedis, serta satu apoteker dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit TNI AL (RSAL) dr. F.X. Suhardjo Kodaeral IX.
Dari hasil pelayanan, sejumlah keluhan kesehatan yang ditemukan antara lain ISPA, gangguan otot, gastritis, hipertensi, gangguan kesehatan gigi dan rongga mulut, serta penyakit kulit.
Bakti sosial ini menjadi bagian dari upaya memperluas kehadiran TNI AL di tengah masyarakat, terutama melalui pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga.
Warga: Babak Baru bagi Dusun Sawa
Tokoh Agama Negeri Tawiri, Pendeta Thomas Pattinasarany, menyebut keberadaan Jembatan Kori sangat strategis karena menjadi akses penting bagi masyarakat Dusun Sawa.
Menurutnya, jembatan tersebut bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Jembatan ini menjadi babak baru bagi warga Dusun Sawa. Kami berharap keberadaannya dapat meningkatkan konektivitas sekaligus menjadi motor penggerak perekonomian, pertanian, dan akses pendidikan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pangkoarmada RI dan Komandan Kodaeral IX atas perhatian terhadap kebutuhan warga.
“Terima kasih kepada Bapak Panglima Koarmada RI dan Komandan Kodaeral IX yang telah mengulurkan tangan Tuhan untuk membantu warga kami. Ini merupakan berkah yang kami harapkan dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menjaga Jembatan Tetap Berfungsi
Peresmian Jembatan Kori sekaligus menempatkan pemerintah dan masyarakat pada tantangan berikutnya: memastikan infrastruktur tersebut benar-benar terawat dan berkelanjutan.
Jembatan penghubung hanya akan memberi dampak maksimal apabila kualitas konstruksi, pemeliharaan, keselamatan pengguna, serta akses pendukung di sekitarnya ikut mendapat perhatian.
Karena itu, pembangunan Jembatan Kori semestinya tidak berhenti pada seremoni peresmian. Infrastruktur tersebut harus dijaga sebagai aset publik yang mampu membuka akses ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan mobilitas warga secara berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Asisten Operasi Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Hariyo Poernomo, para pejabat utama dan Kepala Satuan Kerja Kodaeral IX, serta tokoh masyarakat Dusun Sawa.(MM-3)















