Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Kemenag Maluku Hadir di Wilayah Pastoral Pinggiran, Serahkan Alat Misa dan Perkuat Pelayanan Umat

7
×

Kemenag Maluku Hadir di Wilayah Pastoral Pinggiran, Serahkan Alat Misa dan Perkuat Pelayanan Umat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang merata bagi seluruh umat beragama kembali ditunjukkan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku. Tidak hanya melalui pembinaan dan pelayanan administrasi, negara juga hadir melalui dukungan nyata terhadap kebutuhan umat di wilayah-wilayah pelayanan keagamaan.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan satu paket Alat Misa kepada Gereja Katolik Stasi Santo Carolus Hatu, Paroki Santo Ignasius Laha, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (14/6/2026).

 

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin S.Ag., M.Pd.I., didampingi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kemenag Maluku, Bernard Fenulene.

 

Bantuan diterima Pastor Paroki Santo Ignasius Lanud Pattimura Laha, RD. Leonardus Ansis Bas, serta disaksikan Vikaris Jenderal Keuskupan Amboina, RD. Anton Kawole.

Penyerahan bantuan dilakukan di sela kegiatan Pencanangan Ekoteologi dan Penanaman Pohon yang digelar Bimas Katolik Kanwil Kemenag Maluku bersama umat Katolik Stasi Santo Carolus Hatu.

 

Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Yamin, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memastikan seluruh umat memperoleh pelayanan keagamaan yang setara, termasuk mereka yang berada di wilayah pastoral pinggiran.

 

“Kementerian Agama tidak hanya hadir melalui pelayanan administrasi dan pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui dukungan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh umat. Kami ingin memastikan setiap umat dapat beribadah dengan baik dan memperoleh dukungan yang diperlukan dalam pelayanan keagamaannya,” ujar Yamin.

 

Menurutnya, bantuan Alat Misa tidak sekadar dipandang sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi simbol penguatan kehidupan spiritual umat dan dukungan terhadap pelayanan pastoral Gereja.

 

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung perayaan Ekaristi sekaligus memperkuat keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja.

“Kami berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi umat untuk semakin aktif dalam kehidupan menggereja dan semakin tekun dalam beribadah,” tambahnya.

 

Sementara itu, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Maluku, Bernard Fenulene, menegaskan bahwa kunjungan ke Stasi Santo Carolus Hatu merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjangkau umat di daerah pelayanan yang jauh dari pusat kota.

 

Menurutnya, pemerataan pelayanan keagamaan menjadi bagian penting dari upaya membangun kehidupan beragama yang inklusif dan berkeadilan.

“Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Kementerian Agama di wilayah pinggiran pastoral Gereja Katolik. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan keagamaan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh umat,” ujarnya.

 

Bernard menambahkan, nilai bantuan yang diberikan tidak diukur dari aspek material semata, tetapi lebih pada makna spiritual dan kebersamaan yang dibangun bersama umat.

 

“Jika dilihat dari sisi harga mungkin tidak seberapa, tetapi makna yang terkandung di balik penyerahan ini sangat besar. Bersama pastor paroki dan umat Katolik Stasi Hatu, kami ingin menghadirkan dan menghidupi semangat cinta dalam kehidupan beriman,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Kemenag juga mencanangkan program Ekoteologi melalui kegiatan penanaman pohon. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Kementerian Agama Berdampak yang mendorong keterhubungan antara iman, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.

 

Fenulene menjelaskan, semangat Ekoteologi sejalan dengan Deklarasi Istiqlal yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas iman dalam menjaga kemanusiaan dan lingkungan hidup.

 

Menurutnya, kepedulian terhadap alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seluruh umat beragama.

“Harapan kami, umat semakin bertumbuh dalam ketakwaan kepada Tuhan yang diwujudkan melalui sikap hidup yang penuh kasih kepada sesama, sekaligus memiliki kepedulian untuk menjaga dan merawat lingkungan sebagai rumah bersama,” ungkapnya.

 

Melalui penyerahan bantuan Alat Misa dan pencanangan Ekoteologi tersebut, Kementerian Agama kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang agama maupun wilayah pelayanan.

 

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan yang harmonis, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat serta lingkungan di Maluku.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *