Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

Ekonomi Maluku Tumbuh 5,31 Persen, Listrik dan Pariwisata Jadi Motor Penggerak

3
×

Ekonomi Maluku Tumbuh 5,31 Persen, Listrik dan Pariwisata Jadi Motor Penggerak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Perekonomian Provinsi Maluku menunjukkan tren positif pada Triwulan II Tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat ekonomi daerah tumbuh 5,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/y-on-y), mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.

 

Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyampaikan bahwa berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai ekonomi Maluku atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2026 mencapai Rp17,68 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp9,97 triliun.

 

“Ekonomi Maluku pada Triwulan II Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,31 persen secara tahunan,” ungkap Maritje saat menyampaikan Berita Resmi Statistik di Ambon, Rabu (5/8/2026).

 

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas pada berbagai lapangan usaha. Dari sisi produksi, sektor pengadaan listrik dan gas menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 16,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan energi seiring bertambahnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat.

 

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen impor luar negeri mencatat pertumbuhan paling tinggi hingga 109,29 persen. Peningkatan impor ini mengindikasikan naiknya kebutuhan bahan baku, barang modal maupun komoditas lainnya untuk mendukung aktivitas produksi dan perdagangan di Maluku.

 

Secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Maluku juga masih menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 1,11 persen dibandingkan Triwulan I Tahun 2026.

 

Pada periode tersebut, sektor pengadaan listrik dan gas kembali menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 18,63 persen, menandakan permintaan energi terus meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi.

 

Di sisi pengeluaran, impor luar negeri juga menjadi komponen yang tumbuh paling tinggi secara triwulanan, yakni 37,12 persen.

 

Tak hanya itu, secara kumulatif semester pertama Tahun 2026 (cumulative to cumulative/c-to-c), ekonomi Maluku tumbuh 5,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Berbeda dengan pertumbuhan tahunan, secara kumulatif sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,37 persen.

 

Kondisi tersebut mencerminkan semakin bergairahnya aktivitas pariwisata, perjalanan dinas, kegiatan pemerintahan, hingga meningkatnya konsumsi masyarakat yang berdampak langsung terhadap sektor jasa.

 

Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen impor luar negeri masih menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 80,67 persen secara kumulatif.

 

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Maluku masih berada pada jalur pertumbuhan positif. Meski demikian, peningkatan impor yang jauh lebih tinggi dibandingkan komponen lainnya menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati agar pertumbuhan ekonomi ke depan semakin ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi dan daya saing sektor-sektor unggulan di dalam daerah.

 

Dengan capaian tersebut, Maluku memiliki peluang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada semester kedua 2026 melalui penguatan sektor energi, perdagangan, pariwisata, serta peningkatan investasi yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *