Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

Daya Tukar Petani Maluku Membaik, Sektor Perikanan Justru Merosot

3
×

Daya Tukar Petani Maluku Membaik, Sektor Perikanan Justru Merosot

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Daya tukar petani di Maluku menunjukkan perbaikan pada Oktober 2026. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat 3,53 persen menjadi 102,70, dari 99,19 pada September 2026. Namun, kenaikan tersebut belum dinikmati secara merata. Subsektor perikanan justru mengalami penurunan, sementara Maluku masih berada di peringkat ke-34 dari 38 provinsi secara nasional.

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengungkapkan perkembangan tersebut dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Provinsi Maluku, Senin (2/11/2026).

 

Menurut Maritje, peningkatan NTP ditopang kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 3,23 persen. Sebaliknya, indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan 0,29 persen.

 

Kondisi ini menunjukkan harga yang diterima petani dari hasil produksinya meningkat, sementara indeks pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga dan kebutuhan produksi mengalami penurunan.

 

NTP merupakan indikator penting untuk mengukur daya beli dan kemampuan tukar produk pertanian terhadap barang serta jasa yang dibutuhkan rumah tangga petani maupun biaya produksi.

 

Hortikultura Melonjak, Perikanan Kehilangan Daya Tukar

 

Jika ditelusuri berdasarkan subsektor, perbaikan NTP Maluku terutama didorong sektor hortikultura yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 14,48 persen.

 

Subsektor tanaman pangan menyusul dengan peningkatan 2,33 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,55 persen, dan peternakan sebesar 0,57 persen.

 

Namun, tren positif tersebut tidak terjadi pada seluruh sektor. Subsektor perikanan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan NTP, yakni sebesar 0,94 persen.

 

Penurunan ini menjadi catatan tersendiri di tengah besarnya potensi kelautan dan perikanan Maluku. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perbaikan indikator pertanian belum sepenuhnya mencerminkan peningkatan daya tukar seluruh kelompok pelaku usaha di sektor primer.

 

Maluku Masih di Papan Bawah Nasional

 

Di tengah kenaikan NTP, posisi Maluku secara nasional masih belum menggembirakan. Dengan angka 102,70, Maluku menempati peringkat ke-34 dari 38 provinsi.

 

Sebagai perbandingan, Provinsi Bengkulu mencatat NTP tertinggi secara nasional sebesar 208,27, sedangkan Papua Pegunungan berada pada posisi terendah dengan angka 92,07.

 

Posisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan NTP secara bulanan perlu dibaca secara proporsional. Perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya belum otomatis menempatkan daya tukar petani Maluku pada posisi yang kuat secara nasional.

 

NTUP Ikut Menguat

 

Selain NTP, BPS juga mencatat perkembangan positif pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Pada Oktober 2026, NTUP Maluku meningkat 3,04 persen menjadi 114,12, dibandingkan September yang tercatat sebesar 110,76.

 

Sementara itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mengalami penurunan sebesar 0,31 persen.

 

Kenaikan NTUP memberikan gambaran membaiknya daya tukar dari sisi usaha pertanian, terutama dalam hubungan antara harga hasil produksi dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani.

 

Meski demikian, tantangan pemerataan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan penting. Pemerintah daerah perlu memberi perhatian terhadap subsektor yang belum menikmati perbaikan, terutama perikanan, agar kenaikan indikator ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan oleh petani, peternak, pekebun, dan nelayan di Maluku.

 

Dengan NTP yang baru mencapai 102,70 dan posisi ke-34 secara nasional, peningkatan produktivitas, pengendalian biaya produksi, akses pasar, serta stabilitas harga hasil pertanian tetap menjadi agenda penting untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sektor pertanian. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *