AMBON, MM. – Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Provinsi Maluku berkomitmen menyelesaikan target lebih dari7.000 unit rumah swadaya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga akhir tahun anggaran 2026. Program BSPS yang merupakan dukungan pemerintah pusat tersebut mendapata lokasi anggaran cukup besar untuk Provinsi Maluku.
Bahkan, anggaran tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Swadaya BP3KP Provinsi Maluku, Ginanjar FazaM., ST, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menetapkan sebanyak 2.994 unit rumah sebagai penerima bantuan.
Rumah-rumah tersebut tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota di Provinsi Maluku.“Sampai dengan saat ini kami sudah melakukan penetapan terhadap penerima bantuan sebanyak 2.994 unit, yang tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota,” kata Ginanjar di Ambon, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pelaksanaan program BSPS di lapangan hingga kini terus berjalan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun realisasi keuangan. BP3KP Maluku, lanjut Ginanjar, dipercayakan pemerintah pusat untuk melaksanakan program BSPS secara menyeluruh di Provinsi Maluku dengan sasaran lebih dari 7.000unit rumah.“Terkait dengan pelaksanaan progressnya terus berjalan, baik itu pelaksanaan fisik maupun terkait dengan keuangannya,” ujarnya.
Sejumlah TFL mengundurkan diri menyangkut adanya sejumlah Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang mengundurkan diri, Ginanjar membenarkan hal tersebut. Menurut dia, beberapa TFL memilih mundur karena mendapat tawaran pekerjaan lain dengan penghasilan yang lebih baik.
“Memang ada beberapa TFL yang benar mundur. Ada yang mengundurkan diri dengan alasan mendapatkan penawaran pekerjaan yang lebih, sementara kontraknya cukup terbatas waktunya dantidak full dalam setahun,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pembayaran kepada TFL dilakukan berdasarkan kinerja atau outputpekerjaan.
Dengan demikian,apabila target pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, pembayaran juga dapat dilakukan lebih awal. Sejumlah TFL yang mengundurkan diri diketahui berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Barat Daya.
Sementara itu, dari total target lebih dari 7.000 unit rumah dalam program BSPS tahun 2026, sebanyak 2.994 unit telah melalui proses verifikasi dan ditetapkan sebagai penerima bantuan. Sedangkan sisanya masih dalam prosesdan ditargetkan dapat ditetapkan sebagai penerima bantuan pada Oktober 2026.Ginanjar menegaskan, pihaknya optimistis seluruh target program BSPS di Maluku dapat direalisasikan hingga akhir tahun anggaran 2026.
“Kami berkomitmen tahunini target 7.000 lebih program BSPS di Maluku sudah bisaselesai sesuai dengan tahun anggaran,” pungkasnya.(MM-3)















