AMBON, MM. – Kekayaan laut yang melimpah baru akan bermakna besar jika dikelola dengan baik manfaatnya kembali ke nelayan, dan perekonomian daerah tumbuh secara berkelanjutan. Inilah semangat yang melatarbelakangi Dinas Perikanan Kota Ambon meluncurkan inovasi BAKU DAPA: Strategi Pengembangan Sentra Perikanan Tangkap untuk Mendukung Tempat Pelelangan Ikan sebagai Penggerak Ekonomi Daerah Kota Ambon pada 5 November 2026.
Digagas oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudya Simatauw, S.Pi., proyek ini merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026. Potensi Besar, Tantangan Nyata Kota Ambon memiliki 22 sentra perikanan tangkap yang tersebar di lima kecamatan. Namun, sebagian besar pendaratan ikan masih berlangsung di tempat pendaratan rakyat yang belum terhubung secara maksimal dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Akibatnya, data produksi sulit terekam secara akurat, sementara pembayaran retribusi yang masih dilakukan secara tunai berisiko menurunkan transparansi dan pendapatan daerah.
Lima Pilar Utama BAKU DAPA Inovasi ini hadir dengan langkah-langkah menyeluruh yang saling terhubung:
- Landasan Hukum yang Jelas Penyusunan Peraturan Wali Kota tentang tata kelola distribusi hasil perikanan tangkap, sehingga proses pendaratan, pencatatan, hingga pemasaran berjalan tertib dan terstandar.
- SIRIP IKAN, Transaksi Lebih Transparan dan Aman Sistem pembayaran retribusi secara non-tunai yang akan diterapkan pertama kali di TPI Arumbae bekerja sama dengan Bank Maluku Malut. Tidak lagi ada uang tunai yang berpindah tangan semua tercatat, aman, dan akuntabel.
- SIPANDAI, Data Jadi Dasar Kebijakan Dashboard digital yang menampilkan data produksi ikan secara utuh dan mudah diakses. Keputusan tidak lagi berdasarkan perkiraan, melainkan berdasarkan data yang akurat dan terkini.
- TPI Nusaniwe yang Semakin Memadai Peningkatan sarana dan prasarana agar TPI benar-benar menjadi pusat layanan yang nyaman dan mendukung kualitas hasil tangkapan nelayan.
- Ekosistem yang Bergerak Bersama Pemerintah, perbankan, nelayan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan berjalan beriringan. Kemajuan sektor perikanan bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita semua.
Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik “BAKU DAPA bukan hanya membangun fasilitas. BAKU DAPA membangun ekosistem: nelayan terhubung, data terbaca, transaksi tercatat, dan manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat.” Ke depannya, TPI akan semakin berfungsi sebagai pusat pemasaran yang memperluas jangkauan pasar nelayan, meningkatkan nilai jual hasil tangkapan, sekaligus menjaga kualitas ikan yang sampai ke tangan konsumen.
Inovasi ini menegaskan: laut adalah kekayaan kita, dan pengelolaannya adalah kunci kesejahteraan bersama. “BAKU DAPA di TPI, Nelayan Untung, Ambon Maju!” DINAS PERIKANAN KOTA AMBON Pemerintah Kota Ambon 4 November 2026.(MM10)















